Pascacovid 19

Opsi Tutup Lantai Dansa Diskotek Dalam Pembahasan Protokol Kegiatan Tempat Hiburan Malam

Harus jaga jarak antar pengunjung dan menggunakan masker adalah normalitas baru di tempat hiburan malam pascacovid-19.

Instagram/colosseumjkt
Suasana di dalam diskotek Colosseum Jakarta. 

WARTA KOTA TRAVEL, GAMBIR -- Berkunjung ke diskotek, pub, dan panti pijat di Jakarta harus menaati protokol kegiatan yang baru.

Saat ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta sedang menyiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat hiburan malam, yang nantinya akan mengatur gerak-gerik pengunjung.

Protokol ini disiapkan Disparekraf dengan menggandeng Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), dan para pemangku kepentingan lainnya.

Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020)
Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, di kantornya pada Selasa (5/5/2020) (Warta Kota/Janlika Putri)

“Dalam menentukan protokol kesehatan kami sangat berhati-hati, dan jumlah pengunjung kemungkinan juga dibatasi (di setiap tempat hiburan),” kata Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia pada Rabu (3/6/2020).

Tutup lantai dansa

Cucu mengatakan, protokol kesehatan baru yang akan diterapkan cukup banyak aturannya.

Misalnya, pengunjung harus saling menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh,dan mengenakan masker.

Bahkan tengah dibahas opsi menutup lantai dansa di diskotek.

“Itu salah satu alternatif saja ya, nanti kami akan lihat hasil keputusan dari Dinas Kesehatan dan pelaku usaha. Pokoknya apapun yang mau dibuka, harus ada upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19,” kata Cucu.

Masih dibahas

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved