Pascacovid 19

Wisatawan ke Inggris Wajib Lakukan Karantina Mandiri 14 Hari

Berwisata ke Inggris harus siap-siap melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Ancaman sanksinya ialah denda jutaan rupiah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Samuel W├Âlfl
Penjaga Istana Buckingham di London, Inggris. 

Sejumlah negara sudah membuka perbatasannya kembali untuk pengunjung. Sebuah kabar yang menggembirakan.

Namun jangan senang dulu, sebab ada "tapi"nya. Mereka memberlakukan protokol kesehatan yang ketat bagi pendatang, terutama wisatawan.

Inggris, contohnya. Sebagaimana dilansir Daily Mail, negara tersebut mengharuskan semua orang yang datang dari luar negeri melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Seorang perempuan sedang melakukan karantina mandiri dalam situasi wabah penyakit.
Seorang perempuan sedang melakukan karantina mandiri dalam situasi wabah penyakit. (Woman photo created by freepik - www.freepik.com)

Aturan ini berlaku bagi warga negara Inggris, pendatang yang memiliki izin tinggal tetap, dan wisatawan.

Jika turis tersebut bandel, maka sanksinya cukup berat, yakni denda bahkan deportasi alias diusir dari negara tersebut.

Saat ini aturan tersebut baru berlaku di wilayah Inggris. Namun dalam waktu dekat akan diterapkan di Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales.

Mengisi formulir

Sebelum tiba di Inggris, pengunjung harus mengisi borang (formulir) kesehatan secara daring di situs gov.uk, dalam 48 jam sebelum keberangkatan.

Dalam formulir itu traveller harus mengisi nomor telepon yang bisa dihubungi, alamat tempat mereka akan melakukan karantina mandiri, dan rencana perjalanan selama berada di Inggris.

Bila ada traveller yang tidak tahu soal peraturan baru ini, Pemerintah Inggris memberikan kelonggaran, yakni mengizinkan orang tersebut mengisi borang tersebut di perbatasan, termasuk bandara dan stasiun kereta api.

Namun, jika ada pengunjung yang menolak melakukan aturan itu, maka orang tersebut langsung dikenai sanksi mulai dari denda atau bahkan ditolak masuk alias disuruh meninggal negara tersebut secepatnya.

Pemerintah Inggris meminta maskapai penerbangan memastikan semua calon penumpang ke Inggris sudah mengisi formulir itu.

Namun, petugas pendaftaran masuk (check-in) di bandara asal tidak boleh menolak calon penumpang, yang belum mengisi formulir tersebut.

Pasalnya, begitu penumpang itu tiba di tanah Inggris dia bisa dikenai sanksi denda karena tidak mengisi formulir sebelum keberangkatan.

Bagaimana untuk calon turis dari Indonesia? Bisa jadi, setiap orang Indonesia yang hendak ke Inggris akan diingatkan soal mengisi borang kesehatan ini, waktu mereka mengajukan permohonan visa Inggris.

Transportasi menuju tempat karantina

Pemerintah Inggris juga mengharapkan para traveller menggunakan kendaraan pribadi, dalam hal ini, taksi, untuk menuju lokasi karantinanya.

Namun jika traveller tersebut bersikeras menggunakan kendaraan umum yang lebih murah, karena ongkos taksi di Inggris memang mahal, pihak berwenang masih mengizinkan.

Asal orang itu mengambil rute kendaraan umum yang paling singkat ke tempat tujuan.

Selama perjalanan, orang itu juga harus mengenakan masker.

Halaman selanjutnya

Akomodasi karantina

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved