Pascacovid 19

Tiga Alat yang Tercipta di Masa Pandemi Covid-19

Ada benda-benda baru yang tercipta akibat pandemi Covid-19. Bisa jadi tiga benda ini menjadi alat yang wajib dibawa saat berlibur.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Ilustrasi virus corona. 

Setelah memerintahkan masyarakat diam di rumah saja selama lebih dari dua bulan gara-gara pandemi Covid-19, Pemerintah mulai melonggarkan aturan tersebut.

Beberapa kegiatan masyarakat sudah diizinkan beroperasi kembali, seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Hanya saja, pandemi ini mengubah kebiasaan, perilaku, dan bentuk kegiatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sekarang manusia harus beraktivitas sesuai protokol kesehatan yang ketat, sehingga muncul kebiasaan baru yang sekarang populer dengan sebutan new normal.

Yang menarik dari era baru ini ternyata memunculkan benda-benda baru untuk mendukung manusia melaksanakan new normal.

Selain benda yang belum pernah ada sebelumnya, sejumlah benda yang dulu tak mendapat perhatian dari masyarakat kini menjadi populer karena dapat melindungi manusia terpapar penyakit.

Inilah benda-benda tersebut yang kami rangkum untuk Anda:

Alat serba funa untuk membuka pintu, penekan tombol lift dan mesin ATM, dan banyak lainnya, agar tidak terpapar virus corona.
Alat serba funa untuk membuka pintu, penekan tombol lift dan mesin ATM, dan banyak lainnya, agar tidak terpapar virus corona. (Forbes.com)

1. Alat pembuka pintu dan penekan tombol
Dulu mana pernah terpikir bahwa manusia membutuhkan alat bantu untuk membuka pintu, atau menekan tombol lift.

Dua tangan yang diberikan Tuhan sudah bisa melakukan kegiatan itu. Kalau perlu ditambah kaki jika kedua tangan sedang terpakai.

Namun sekarang manusia membutuhkan alat bantu untuk membuka pintu, menekan tombol di ATM, membuka pintu lemari pendingin di minimarket.

Tujuan kehadiran alat ini agar tangan manusia tidak langsung menyentuh benda-benda di ruang publik, yang sudah pasti pernah disentuh dan dipegang puluhan orang lain.

Maklum, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), handle pintu, tombol di lift atau ATM, serta pegangan di kendaraan umum adalah media penularan virus.

Siapa yang tahu orang yang memegang benda itu sebelumnya membawa virus, dan si virus pindah ke benda-benda yang disentuh orang tersebut.

Karena itu, untuk mencegah rantai penularan WHO menyarankan agar masyarakat mengurangi menyentuh benda-benda di ruang publik.

Bila harus menyentuhnya, harus segera mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.

Sebuah tindakan protokol kesehatan itu ternyata menggugah kreativitas manusia, sehingga muncullah alat baru ini.

Entah siapa yang menciptakan alat ini pertama kali, yang pasti sekarang alat ini sudah beredar di masyarakat dalam berbagai bentuk.

Ada yang bentuknya sederhana, hanya balok kecil dengan ujung seperti pengait. Namun tak sedikit yang bentuknya artistik.

Belum ada nama baku untuk alat ini, karena bebas-bebas pembuatnya mau menamainya apa.

Ada yang menyebutnya dengan zero touch tool sesuai fungsinya, tapi ada pula yang memberikan nama cofing, singkatan dari corona finger karena menjadi penerus jari manusia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved