PSBB Transisi

Masih Ada Ganjalan di Pembukaan Kembali Bioskop

Pembatasan pengunjung bioskop menjadi maslaah yang mengganjal pembukaan kemabli gedung bioskop.

Pexels.com/Henry & Co
Lobi bioskop 

Tidak dilibatkan

Djonny juga mengungkapkan keheranannya dengan sikap Pemprov DKI Jakarta, yang tidak melibatkan GPBSI dalam mengeluarkan keputusan ini.

Harusnya, kata dia, GPBSI diundang karena mereka adalah pelaku industri terkait.

“Itu herannya kenapa pemerintah enggak manggil kami, dengar pendapat kami bagaimana. Misalnya nih, Pak kami (pemerintah) kasih 25 persen yah kan gitu, menurut saya di situ komunikasinya kurang bagus. Mestinya tanya kami dong,” katanya.

Didukung fraksi di DPRD

Keluh-kesah GPBSI mendapat dukungan dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.

Katanya, pemberian izin bioskop dengan jumlah maksimal 25 persen penonton dari kapasitas sangat tidak masuk akal. Para pelaku usaha justru tetap mengalami kesulitan bila jumlah penonton hanya 25 persen.

“Mana bisa kalau 25 persen? Bukan hanya merugi, tapi belum tentu bisa jalan. Usul sih mungkin 50 persen cukup moderat,” ujar Gembong.

Persetujuan teknis

Untuk bisa beroperasi kembali, pengelola bioskop harus mengajukan persetujuan teknis ke instansi terkait. Dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved