PSBB Transisi

Mau Snorkeling dan Diving di Kepulauan Seribu Wajib Bawa Alat Sendiri

Masyarakat sudah boleh snorkeling dan diving di Kepulauan Seribu, namun harus menaati aturan ini ya.

Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu
Keindahan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, tampak dari udara. 

WARTA KOTA TRAVEL, KEPULAUNSERIBU -- Liburan ke Kepulauan Seribu tak akan lengkap tanpa berenang di laut, snorkeling, bahkan diving.

Hanya saja, di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah menetapkan protokol kesehatan untuk aktivitas snorkeling dan diving.

Junaedi, Wakil Bupat Kepulauan Seribu, menyaksikan penyemprotan disinfektan di Pulau Tidung, Jumat (12/6/2020).
Junaedi, Wakil Bupat Kepulauan Seribu, menyaksikan penyemprotan disinfektan di Pulau Tidung, Jumat (12/6/2020). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Masyarakat atau wisatawan yang ingin diving atau snorkeling sekarang sudah bisa, tapi kami sarankan bawa alat sendiri,” kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, Selasa (23/6).

Saran ini sangan masuk akal, sebab peranti snorkeling dan diving langsung menyentuh wajah penggunanya.

Bahkan ada bagian dari snorkel, atau tabung plastik melengkung untuk membantu manusia bernapas saat sedang berenang, langsung masuk ke mulut penggunanya (mouthpiece) .

Menurut Junaedi, beberapa alat sifatnya sangat pribadi sehingga tidak bisa dipinjam, atau dipakai orang lain.

Keputusan itu diambil sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kepulauan Seribu. Sekaligus juga untuk menjaga wilayah Kepulauan Seribu tetap berada di zona hijau Covid-19.

“Hal ini sudah kami komunikasikan kepada komunitas diving yang ada di Kepulauan Seribu, agar tetap melakukan kegiatan tapi dengan syarat membawa alat sendiri,” kata Junaedi.

Protokol kesehatan lainnya bagi wisatawan di Kepulauan Seribu ialah wajib membawa surat keterangan sehat.

“Masyarakat yang ingin berwisata di Kepulauan Seribu wajib membawa surat keterangan sehat dari tempat asal,” kata Junaedi lagi.

Surat tersebut wajib diperlihatkan ketika berada di dermaga di Jakarta atau Tangerang, yang merupakan akses menuju Kepulauan Seribu.

“Nanti akan dilakukan pengecekan oleh Gugus Tugas di dermaga," kata Junaedi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah membuka kembali sektor pariwisata sejak 13 Juni 2020. Sejumlah aturan diterapkan bagi para pelancong yang ingin berlibur di pulau. (Junianto Hamonangan)

Kepulauan Seribu Bisa Dikunjungi Lagi, Namun Ada Protokol Kesehatan yang Harus Ditaati Pelancong

Warga Depok Tak Bisa Piknik ke Jakarta? Jangan Khawatir, Masih Ada Situ Rawa Lio

Jangan Lewatkan Promo HUT Kota Jakarta dari Taman Impian Jaya Ancol

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved