PSBB Transisi

Masih Ada Ganjalan di Pembukaan Kembali Bioskop

Pembatasan pengunjung bioskop menjadi maslaah yang mengganjal pembukaan kemabli gedung bioskop.

Pexels.com/Henry & Co
Lobi bioskop 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kerinduan warga Jakarta menonton film di bioskop sepertinya bisa terobati di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini, sebab bioskop sudah diperbolehkan beroperasi.

Sayangnya, ternyata masih ada masalah yang mengganjal, yang bisa menggagalkan kembalinya bioskop di masa PSBB transisi.

Pasalnya, para pengusaha bioskop menilai aturan di masa PSBB transisi ini tidak masuk akal.

Sebagaimana tercantum dalam protokol kegiatan sektor wisata di masa PSBB transisi, bioskop hanya boleh menerima penonton sebanyak 25 persen dari kapasitas ruangan.

Persentase itulah yang dianggap tak masuk akal oleh para pengusaha bioskop.

Pemilik film

“Itu kan yang punya film enggak mau 25 persen, rugi mereka. Kalau yang punya film enggak mau mainin di bioskop, terus bioskop mau mainkan film siapa? Itu nggak bisa dipisahkan antara bioskop dan film,” ujar Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin pada Senin (12/10/2020).

“Kalau 50 persen (maksimal konsumen) itu masih oke,” tambahnya.

Djonny mengatakan, GBPSI baru akan membahas pembatasan penonton ini secara mendalam dengan para anggota pada Rabu (14/10/2020).

“Rapat dari internal owner (pemilik bioskop) untuk membahas ini semuanya. Di situ nanti ujung-ujungnya ke film. Kalau dibilang mereka film enggak mau ngasih, yah amsyong (apes) toh yah,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved