Kuliner Bogor

Co-Laboreat, Tempat Ngopi yang Menyediakan Arena Co-working di Bogor

Co-Laboreat di Bogor bukan hanya tempat ngopi dan makan-makan, melainkan juga menyediakan tempat untuk co-working dan meeting bagi pebisnis pemula.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Kafe Co-Laboreat di Bogor, selain tempat minum kopi dan pasta, menyediakan juga area co-working dan meeting. 

Apalagi Flat White selalu disajikan panas, sehingga kehangatannya memberikan sensasi nyaman juga.

Kemudian saya mencoba si Thicky Milky Coffee yang merupakan minuman dingin.

Thicky Milky, menu kopi andalan Co-Laboreat.
Thicky Milky, menu kopi andalan Co-Laboreat. (Warta Kota/AC Pingkan)

Wow, enak juga. Di minuman ini rasa susu lebih dominan di mulut, namun rasa si kopi akan menyusul begitu ditelan.

Efek yang diberikan minuman ini adalah segar, sehingga cocok dinikmati di siang hari atau di hari yang panas.

Sumatra dan Brazil

Menurut Aldo, dia meracik dua jenis kopi yang menjadi house blend Co-Laboreat, yakni kopi lokal Java Arumanis dan Brazil Cerrado.

Kemudian, untuk menu minuman espresso base, Aldo mengungkapkan rahasinya, yakni dia melakukan penyeduhan metode ristretto.

"Ristretto itu disebut juga half short-nya espresso. Saya mengkalibrasi mesin espresso menjadi ristretto. Ini bukan rahasia di kalangan barista, tapi memang mengkalibrasi ristretto itu membutuhkan pengalaman," kata Aldo.

Seduhan teknik ristretto itu, tambah Aldo, menghasilkan rasa kopi yang lebih pekat namun lebih manis dibandingkan espresso.

"Kami di Co-Laboreat tidak pakai gula, terutama untuk minuman panasnya. Semua minuman kami juga pakai kopi jenis arabika. Ristretto membuat rasa manis dari kopi keluar dalam bentuk after taste. Sementara susu yang di-steam dalam suhu 60 sampai 70 derajat (Celcius) juga mengeluarkan rasa manis," kata Aldo membagi ilmu perkopiannya.

Pantesan, Flat White tadi rasanya sangat enak, karena kopi dan susu tidak saling adu kuat.

Menurut Aldo, favorit pengunjung yang datang ke Co-Laboreat selama sepekan ini adalah Piccolo.

Menu kentang goreng disajikan dengan unik, menggunakan kaleng ukur minyak.
Menu kentang goreng disajikan dengan unik, menggunakan kaleng ukur minyak. (Warta Kota/AC Pingkan)

Al dente

Kemudian pesanan makanan kami datang, spaghetti carbonara dan mi ayam.

Begitu suapan pertama spaghetti itu masuk mulut, saya dan Ika langsung terkesiap dalam arti yang positif. Pasalnya rasa spagetthi carbonara itu enak sekali.

Rasa keju dan telur yang dikocok sampai menjadi serupa krim di penganan itu lezat sekali di lidah.

Ditambah tingkat kematangan pastanya sangat pas. Kenyal-kenyal yang memberikan sensasi menyenangkan di mulut. Al dente kalau kata orang-orang Italia sana.

Meski pun porsinya tidak besar, namun paduan telur dan keju serta kekenyalan spaghetti-nya memberikan rasa puas di mulut dan perut.

Spaghetti Carbonara, menu andalan Co-Laboreat.
Spaghetti Carbonara, menu andalan Co-Laboreat. (Warta Kota/AC Pingkan)

Indra Lesmana, sang koki di Co-Laboreat, mengungkapkan bahwa dia masih menggunakan bahan-bahan biasa untuk penganan itu. Maksudnya, dia menggunakan keju parmesan yang dijual di pasar swalayan.

"Soalnya saat ini kami masih mencoba dan mencari menu yang bakal disukai pengunjung. Nantinya saya akan menggunakan bahan baku yang sesuai resep aslinya," kata Indra.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved