Ibadah Haji

Inilah Beberapa Peristiwa yang Membuat Ibadah Haji Terpaksa Dibatalkan

Ibadah haji pernah dibatalkan sebelumnya, akibat perang yang sedang berkecamuk, aksi teroris, dan wabah penyakit.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Darmawan/MCH2019
Suasana Masjid Nabawi di Madinah hari ini, Sabtu (6/7/2019) jelang kedatangan jemaah haji Indonesia. Sebanyak 1.800 jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Surabaya dan Batam hari ini dijadwalkan tiba di Madinah. 

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sedang gundah belakangan ini, berkaitan dengan pelaksanaan Ibadah Haji 1441 H.

Pandemi Covid-19, yang disebabkan virus corona, membuat ibadah haji tahun ini tampak mustahil dilaksanakan.

Suasana Masjid al-?ar?m setelah Ibadah Haji tahun 2010 usai.
Suasana Masjid al-?ar?m setelah Ibadah Haji tahun 2010 usai. (Fadi El Binni of Al Jazeera English / CC BY-SA)

Pasalnya, virus corona itu memiliki kemampuan penularan yang sangat pesat, sehingga sampai hari ini saja sudah lebih dari 7,2 juta orang tertular.

Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa jangan dilakukan dulu, untuk memutus rantai penularan.

Sementara, pelaksanaan ibadah haji selalu mengumpulkan para jemaah dari seluruh dunia, yang jumlahnya sekitar 2,5 juta orang.

Melindungi umat muslim

Sampai Senin (8/6), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi masih membahas keputusan yang akan mereka ambil, berkaitan dengan Ibadah Haji 1441 H.

Bahkan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Salih bin Taher Banten, menyarankan agar para jemaah jangan mendaftar dulu sampai pihak Kementerian mengambil keputusan.

"Dalam situasi sekarang, yakni pandemi global, yang kita minta kepada Tuhan agar diselamatkan dari situasi ini, pihak Kerajaan berusaha melindungi kesehatan umat muslim dan warga kami," kata Muhammad Salih.

88 tahun

Sebagaimana dilansir laman Middle East Eye, membatalkan ibadah haji pernah terjadi di masa lalu, tapi bukan di masa pemerintahan Dinasti Saud.

Sejak Kerajaan Arab Saudi berdiri di tahun 1932, belum pernah terjadi pembatalan ibadah haji sekali pun.

Bahkan, di waktu pandemi flu Spanyol tahun 1917 - 1918 yang menyebabkan jutaan orang meninggal dunia, ibadah haji pun tetap berjalan.

Namun, andaikata pihak Kerajaan Arab Saudi memutuskan tidak ada Ibadah Haji 1441 H, maka peristiwa ini akan menjadi pembatalan ibadah haji ke-41 dalam sejarah.

Berdasarkan pernyataan King Abdulaziz Foundation for Research and Archives, sampai tahun lalu sudah terjadi 40 pembatalan ibadah haji, sejak ibadah ini dilakukan pertama kali tahun 629 M.

Middle East Eye mengumpulkan beberapa pembatalan ibadah haji yang pernah terjadi, serta penyebab pembatalan tersebut.

Tahun 865 : Pembantaian di Gunung Arafat 
Semasa Ismail bin Yousef melakukan pemberontakan terhadap Kekhalifahan Abbasiyah di tahun 865 M, atau 271 H, sejumlah jemaah haji menjadi korban dalam konflik ini.

Ismail bin Yousef, yang juga dikenal sebagai Al-Safak memerintahkan prajuritnya menyerang jemaah yang berada di puncak Gunung Arafat, yang berada di pinggir kota Mekah.

Serangan ini memaksa pemimpin Wangsa Abbasiyah membatalkan Ibadah Haji 271 H.

Tahun 930: Serangan Qarmatian 
Pada tahun 930 M, Abu Taher al-Janabi, yang merupakan pemimpin Sekte Qarmatian di Bahrain, menyerang Mekah, dengan maksud melucuti status Kota Suci di kota tersebut.

Menurut catatan sejarah, orang-orang Qarmatian ini membunuh 30.000 jemaah dan membuang tubuh-tubuh korban di sumur Zamzam yang suci.

Para perusuh ini juga menjarah mesjid besar pada saat itu. Termasuk merampas Hajar Aswad dan membawanya pulang kampung mereka di Bahrain.

Akibat peristiwa itu, ibadah haji ditiadakan hingga 1 dekade lamanya, dan dimulai lagi begitu Hajar Aswad kembali ke Mekah.

Qarmatian adalah sekte yang berbasis kepada paham Syiah Ismaili di Iran, dan mengusung tatanan kemasyarakatan yang egaliter (setara).

Mereka menganggap ibadah haji sebagai ritus pagan, atau animisme.

Sebaliknya, oleh Kekhalifahan Abbasiyah, Qarmatian dianggap sekte sesat, dan murtad dari Islam.

Tahun 983: Perang antara Wangsa Abbasiyah dan Wangsa Fatimiyah

Perseteruan politik antara Dinasti Abbasiyah dengan Dinasti Fatimiyah, membuat Ibadah Haji 372 H dibatalkan.

Perang dua wangsa ini, karena saling memperebutkan wilayah yang kini menjadi Arab Saudi, membuat jemaah haji tak bisa mencapai Mekah.

Selama 8 tahun tak ada jemaah yang bisa melakukan ibadah haji akibat perang ini.

Ibadah haji bisa dilakukan lagi pada tahun 991 M atau 380 H.

Tahun 1831: Wabah Pes
Wabah penyakit pes dari India berjangkit puka di Mekah pada tahun 1831 M, dan memakan korban 75 persen jemaah yang sudah berada di sana.

Pada tahun itu perjalanan menuju Mekah sangat berat, sehingga menguras tenaga kebanyakan jemaah.

Orang-orang yang kelelahan ini tak mampu bertahan saat terpapar penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini.

Tahun 1837-1858: Pandemi beruntun
Dalam kurun waktu tahun 1837 sampai 1858, ibadah haji dibatalkan tiga kali akibat pandemi penyakit.

Masalah ini juga menyebabkan umat muslim tak bisa datang ke Mekah selama 7 tahun, secara total.

Pandemi-pandemi tersebut adalah:

Pada tahun 1846 terjadi wabah kolera di Mekah, yang menyebabkan 15.000 orang meninggal dunia.

Kejangkitan penyakit akibat bakteri Vibrio cholerae pada waktu itu berlangsung sampai tahun 1850.

Wabah yang sama kemudian terjadi lagi di tahun 1865 dan 1883.

Wabah kolera tahun 1846 ternyata belum tuntas, bahkan mengalkibatkan pandemi global.

Mekah kembali menjadi daerah kejangkitan, karena bakteri kolera terbawa jemaah dari wilayah Bengali (mungkin sekarang masuk wilayah Banglades).

Pandemi itu kembali membuat ibadah haji ditiadakan pada tahun tersebut.

Arab Saudi Kaji Pemangkasan Kuota Jemaah agar Ibadah Haji 1441 H Tetap Terlaksana

Biro Perjalanan Umrah Bantah Isu Ibadah Umrah Ditutup Setahun

Santika Indonesia Hotels & Resorts Adaptasi New Normal dengan SOP Baru

Tiga Alat yang Tercipta di Masa Pandemi Covid-19

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved