Wabah Virus Corona

Biro Perjalanan Umrah Bantah Isu Ibadah Umrah Ditutup Setahun

Biro perjalanan umrah dan haji membantah isu penutupan ibadah umrah hingga satu tahun ke depan.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/Ministry of Hajj and Umrah
Inaya Center di Al Baqi, Madinah, untuk melayani jemaah umrah dari seluruh dunia. 

Biro perjalanan umrah dan haji membantah isu yang beredar di masyarakat pada Kamis (5/3), terkait penutupan ibadah umrah yang diperpanjang hingga satu tahun ke depan.

Ade Syahri, selaku Product and Operation Manager Babul Ka'bah, sebuah biro perjalanan umrah dan haji, menyatakan isu tersebut tersiar tidak secara resmi dari Kerajaan Arab Saudi.

Ade Syahri selaku Product and Operation Manager Babul Ka'bah (Kiri), Muhammad Soparuddin selaku Business Development (kanan) Babul Ka'bah.
Ade Syahri selaku Product and Operation Manager Babul Ka'bah (Kiri), Muhammad Soparuddin selaku Business Development (kanan) Babul Ka'bah. (Warta Kota/Rizki Amana)

"Itu hanya sebatas isu, jadi bisa dibilang itu tidak benar," kata Ade, saat ditemui di kantornya di Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin.

Dia pun memastikan bahwa informasi tersebut hanya sekilas dikeluarkan oleh pihak maskapai penerbangan setempat.

Maskapai tersebut pun memastikan informasi tersebut ditujukan kepada pihak biro perjalanan umrah, terkait perubahan jadwal penerbangan para jamaahnya.

"Kalau saya lihat runut dari kejadiannya, beberapa airlines mengeluarkan ketentuan. Itu kan isu dari pesawat Saudia Airlines. Mereka bilang bahwa end of application atau perubahan keberangkatannya itu sampai tanggal 14 Maret," kata Ade.

"Tapi dua hari yang lalu mereka perpanjang lagi masa end of application atau kredit untuk melakukan perubahan. Semua airlines sekarang begitu, ada Turkish, Emirates, mereka perpanjang sampai satu tahun untuk perubahannya," sambungnya.

Batal

Sementara itu, Iqbal, pemilik biro perjalanan umrah dan haji Sofa Marwah dan Mahkota Wisata,  mengaku tidak kaget dengan kabar rencana pembatasan umrah selama satu tahun karena wabah virus corona.

Alasannya, 40 persen jemaah yang sudah mendaftar di travelnya sudah melakukan pembatalan perjalanan, karena tanggal keberangkatan yang belum jelas.

"Saya belum dengar info resminya dari Pemerintah ataupun dari asosiasi. Saya hanya tahu dari media asing. Kaget enggak kaget sih," kata Balqi kemarin.

Sampai saat ini, Sofa Marwah dan Mahkota Wisata sudah menyiapkan keberangkatan jemaah sampai Juni 2020 mendatang.

Dalam satu bulan travelnya memberangkatkan 2 grup. Masing-masing grup berisi sekitar 40 jemaah, sehingga kemungkinan ada 320 calon jemaah umrah yang terkatung-katung nasibnya sampai Juni 2020 mendatang.

Alhasil, saat ini travelnya tidak membuka pendaftaran keberangkatan jemaah umrah karena belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi.

"Yang bikin tambah pusing ini saja sudah 40 persen calon jemaah saya yang membatalkan keberangkatan. Tersisa 60 persen yang bertahan untuk diberangkatkan," kata Iqbal.

Dia tidak dapat membendung keinginan jemaah membatalkan keberangkatan umrah, sehingga pihaknya terpaksa mengembalikan dana yang sudah dibayarkan calon jemaah.

Iqbal berharap Kementerian Agama RI dapat melakukan negosiasi dengan Arab Saudi, agar kembali membuka pintu masuk untuk ibadah umrah.

"Walaupun saya tahu Arab Saudi negara monarki dan cukup saklek, tapi saya masih berharap ada upaya diplomasi dari pemerintah Indonesia," katanya.

Untuk informasi, Kerajaan Arab Saudi melarang masuk semua pelancong ke negaranya, sejak Kamis (27/2), dikarenakan wabahCovid-19 yang telah merebak dipenjuru dunia.

Dampak penutupan itu turut dirasa oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang akan menjalankan ibadah umrah. (Rizki Amana/Desy Selviany)

Ziarah Kristiani ke Holy Land Tutup Sementara Akibat Wabah Virus Corona

Tidak Benar Kerajaan Arab Saudi Larang Umrah Sepanjang Tahun 2020

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved