Ibadah Haji

Arab Saudi Buka Ibadah Haji untuk 60.000 Jemaah Internasional, Indonesia Tunggu Pemberitahuan Resmi

Pemerintah Arab Saudi menyatakan membuka Ibadah Haji 2021 untuk 60.000 jemaah internasional.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Pemerintah Arab Saudi menyatakan membuka Ibadah Haji 2021 untuk 60.000 jemaah internasional. Keterangan foto: Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1440 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia telah menyatakan bahwa Ibadah Haji 1442 Hijriah, atau tahun 2021, terbuka bagi jemaah dari luar Kerajaan.

Mereka juga sudah menyebutkan jumlah jemaah internasional yang boleh datang berhaji, yakni 60.000 orang.

Pelaksanaan Ibadah Haji pada tahun ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Demikian diwartakan oleh laman harian Pakistan, Ary News.

Menunggu pemberitahuan resmi

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi, sebagaimana dilansir laman Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, sudah mendengar kabar itu namun belum menerima informasi yang resmi dari pihak Arab Saudi.

"Jika benar bahwa Saudi membuka pemberangkatan haji 1442 H untuk jemaah dari luar negaranya, meski kuotanya terbatas, tentu ini harus kita syukuri. Alhamdulillah, karena jemaah Indonesia juga sudah menunggu lama. Apalagi tahun lalu juga tertunda," kata Khoirizi pada Senin (24/5/2021).

"Namun demikian, sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan secara resmi tentang dibukanya pemberangkatan bagi jemaah di luar Saudi," sambungnya.

Khoirizi memastikan Ditjen PHU terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi, untuk mendapatkan perkembangan informasi resmi dari Khadimul Haramain.

"Info resmi ini penting sebagai rujukan Pemerintah dalam mengambil kebijakan, serta persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun ini," ujarnya.

Vaksin Covid-19

Khoirizi menambahkan, pada tengah pekan lalu, pihak Kemenag juga tengah berkoordinasi dengan WHO Indonesia dan Kemenkes, untuk membahas masalah vaksin Sinovac yang digunakan jemaah Indonesia.

Koordinasi juga dilakukan Kemenag dengan pihak Kementerian Luar Negeri RI.

"Para pihak dalam rapat koordinasi tersebut mengonfirmasi bahwa belum ada informasi resmi apapun dari Saudi, terkait penyelenggaraan ibadah haji. Termasuk soal vaksin, penerbangan, dan lainnya," kata Khoirizi.

"Sesuai arahan Menag Yaqut Cholil Qoumas, kita akan terus melakukan persiapan dan proses mitigasi, hingga ada kepastian dari Saudi," tandasnya.

Kejelasan soal vaksin itu memang menjadi krusial dalam pengiriman jemaah haji Indonesia, setelah Arab Saudi mengumumkan syarat jemaah harus sudah mendapat vaksinasi Covid-19.

Hanya saja yang kemudian menjadi masalah, Pemerintah Saudi merilis merek vaksin Covid-19 yang direkomendasikan digunakan calon jemaah.

Sebagaimana diwartakan Ary, daftar merek vaksin yang direkomendasikan itu adalah Pfizer (Pfizer/BionTech), Oxford (AstraZeneca), Moderna, dan Johnson & Johnson.

Tidak ada terdapat satupun merek vaksin Covid-19 buatan Tiongkok dalam daftar itu.

Padahal Indonesia menggunakan vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Sementara vaksin AstraZeneca baru mulai digunakan pada bulan Mei 2021.

Halaman selanjutnya

Pakistan

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved