Dampak wabah Covid 19

Setelah Kasus Penumpang Berjubel, Proses Verifikasi Dolumen Dipecah Menjadi 4 Posko

PT Angkasa Pura II melakukan perubahan proses verivikasi dokumen, dengan memecahnya menjadi empat pos.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Antrean calon penumpang di depan konter verivikasi dokumen, di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (15/5). Hari ini penumpang lebih tertib dibanding hari sebelumnya. 

Setelah itu calon penumpang masuk ke pos pemeriksaan pertama (SCP I), untuk kemudian dilakukan verifikasi surat kesehatan dan tes kesehatan oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Berikutnya calon penumpang baru menuju konter check-in untuk verifikasi seluruh dokumen dan proses check-in.

PT Angkasa Pura II meminta calon penumpang dapat memahami proses verifikasi dokumen, yang membuat proses keberangkatan tidak secepat pada kondisi normal.

Selama proses berlangsung, calon penumpang diminta mengikuti marka dan rambu yang ada, guna mewujudkan pembatasan fisik.

Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

“Melalui sistem antrean yang baru ini, flow penumpang pagi ini sangat lancar ketika memproses keberangkatan domestik di Terminal 2. Secara umum, prosedur keberangkatan domestik juga  dilakukan di Terminal 3, hanya saja dilakukan penyesuaian sesuai dengan bentuk terminal. Kami berharap situasi ini tetap terjaga,” ucap Awaluddin.

Bepergian di masa pandemi Covid-19 ini sebenarnya tidak dianjurkan, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Namun, surat edaran tersebut juga mencantumkan pengecualian, seperti kepada orang-orang yang bertugas dalam pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Pengecualian juga diberikan kepada pekerja migran dan mahasiswa Indonesia di luar negeri, yang dipulangkan oleh negara tempatnya bekerja dan sekolah.

Hanya saja, di sana dinyatakan bahwa orang-orang yang dikecualikan itu harus memenuhi persyaratan, yakni memiliki  surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan tes polymerase chain reaction (PCR),  surat keterangan dinas, dna tentu saja tiket penerbangan.

Pembatasan frekwensi penerbangan

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved