Dampak wabah Covid 19

Buntut Calon Penumpang Bejubel, Sanksi Berat bagi Batik Air

Kementerian Perhubungan memberikan sanksi pembekuan izin beberapa rute penerbangan kepada Batik Air.

Buntut Calon Penumpang Bejubel, Sanksi Berat bagi Batik Air
Warta Kota/Andika Panduwinata
Antrean calon penumpang di depan konter verivikasi dokumen, di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (15/5). Hari ini penumpang lebih tertib dibanding hari sebelumnya. 

WARTA KOTA TRAVEL, BANDARA - Gara-gara calon penumpang yang berjubel di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (14/5), PT Angkasa Pura II dan Batik Air memperoleh sanksi dari Pemerintah, Selasa (19/5).

PT Angkasa Pura II selaku operator bandara, dan Batik Air sebagai maskapai yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kerumunan calon penumpang di depan konter pemeriksaan persyaratan bepergian, Kamis (14/5) pagi.
Kerumunan calon penumpang di depan konter pemeriksaan persyaratan bepergian, Kamis (14/5) pagi. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Sanksi bagi Batik Air cukup berat, yakni pembekuan izin di beberapa rute penerbangan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Ditjen Perhubungan Udara, selaku regulator, menyatakan PT Angkasa Pura II dan Batik Air melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tahun 2020.

Permenhub tersebut mengatur tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

“Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh inspektur kami, terdapat pelanggaran berkaitan dengan physical distancing yang dilakukan oleh operator angkutan udara dan operator bandar udara,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dalam keterangannya kepada Warta Kota.

Pembekuan izin rute

Bentuk pelanggarannya ialah, operator angkutan udara melanggar ketentuan yang tertera di Pasal 14 poin b, mengenai pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk, dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

“Kepada operator angkutan udara yang terbukti melanggar, kami memberikan sanksi berupa pembekuan izin di rute-rute penerbangan yang melanggar tersebut,” kata Adita

Sementara PT Angkasa Pura II dianggap lalai karena tak bisa menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi, seperti yang digariskan di PM 18 Tahun 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved