Dampak wabah Covid 19

Setelah Kasus Penumpang Berjubel, Proses Verifikasi Dolumen Dipecah Menjadi 4 Posko

PT Angkasa Pura II melakukan perubahan proses verivikasi dokumen, dengan memecahnya menjadi empat pos.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Antrean calon penumpang di depan konter verivikasi dokumen, di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (15/5). Hari ini penumpang lebih tertib dibanding hari sebelumnya. 

WARTA KOTA TRAVEL, BANDARA - Dua  hari berturut-turut Bandara Soekarno Hatta dibanjiri calon penumpang pada pagi hari.

Efeknya adalah penumpang berjubel di depan konter pemeriksaan dokumen syarat bepergian calon penumpang, yang berada di Terminal 2 pada Kamis (14/5).

Kemudian di hari Jumat (15/5) penumpang sudah tertib mengantre, namun antreannya sangat panjang sampai mengular.

Pada hari Jumat ini pihak PT Angkasa Pura II, sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta, memberlakukan kebijakan baru yang mengatur aliran penumpang, sehingga tidak terjadi kerumunan seperti sehari sebelumnya.

Kebijakan baru itu diterapkan tidak hanya di Terminal 2, tetapi juga di Terminal 3.

Alur penumpang

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, kebijakan baru itu adalah penataan kembali sistem antrean penumpang, pembatasan frekwensi penerbangan, dan memastikan jumlah penumpang di setiap penerbangan hanya 50 persen dari kapasitas kursi pesawat.

“Kami telah melakukan evaluasi dan kemudian mengimplementasikan kebijakan baru. Pada pagi hari ini proses keberangkatan penumpang rute domestik di Soekarno-Hatta berjalan lancar. Baik itu di Terminal 2 dan 3,” ujar Awaluddin.

Sistem antrean penumpang di Terminal 2, katanya, kini dipecah menjadi 4 posko, di mana posko pertama adalah verifikasi dokumen calon penumpang, yang dilakukan di teras sebelum pintu masuk gedung terminal.

Antrean verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Antrean verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Posko kedua berada di dalam gedung terminal, di mana calon penumpang mengisi dokumen kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card / HAC) dan formulir epidemiologi, serta diukur suhu tubuhnya.

Setelah itu calon penumpang masuk ke pos pemeriksaan pertama (SCP I), untuk kemudian dilakukan verifikasi surat kesehatan dan tes kesehatan oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Berikutnya calon penumpang baru menuju konter check-in untuk verifikasi seluruh dokumen dan proses check-in.

PT Angkasa Pura II meminta calon penumpang dapat memahami proses verifikasi dokumen, yang membuat proses keberangkatan tidak secepat pada kondisi normal.

Selama proses berlangsung, calon penumpang diminta mengikuti marka dan rambu yang ada, guna mewujudkan pembatasan fisik.

Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

“Melalui sistem antrean yang baru ini, flow penumpang pagi ini sangat lancar ketika memproses keberangkatan domestik di Terminal 2. Secara umum, prosedur keberangkatan domestik juga  dilakukan di Terminal 3, hanya saja dilakukan penyesuaian sesuai dengan bentuk terminal. Kami berharap situasi ini tetap terjaga,” ucap Awaluddin.

Bepergian di masa pandemi Covid-19 ini sebenarnya tidak dianjurkan, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Namun, surat edaran tersebut juga mencantumkan pengecualian, seperti kepada orang-orang yang bertugas dalam pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Pengecualian juga diberikan kepada pekerja migran dan mahasiswa Indonesia di luar negeri, yang dipulangkan oleh negara tempatnya bekerja dan sekolah.

Hanya saja, di sana dinyatakan bahwa orang-orang yang dikecualikan itu harus memenuhi persyaratan, yakni memiliki  surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan tes polymerase chain reaction (PCR),  surat keterangan dinas, dna tentu saja tiket penerbangan.

Pembatasan frekwensi penerbangan

Selain pengaturan ulang sistem antrean, para pemangku kepentingan di Bandara Soekarno-Hatta juga menyepakati pembatasan frekwensi penerbangan.

Telah disepakati slot penerbangan menjadi 5 - 7 penerbangan per jam di Terminal 2. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu menumpuk di jam-jam tertentu.

Meskipun di tengah pandemi, jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan.

Para pemangku kepentingan  juga telah menyetujui bahwa maskapai hanya akan mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 persen, dari total kapasitas kursi pesawat di setiap penerbangan.

Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dibatasinya jumlah penumpang itu untuk mendukung pembatasan fisik dalam penerbangan, dan juga mendukung kelancaran proses keberangkatan.

“Pembatasan slot penerbangan per jam, dan maksimal 50 persen jumlah penumpang yang diangkut pada setiap penerbangan cukup vital, juga dalam menjaga kelancaran dan physical distancing saat proses keberangkatan,” kata Awaluddin. (Andika Panduwinata)

Meski Tertib, Antrean Penumpang Mengular di Bandara Soekarno Hatta

Batik Air Paparkan Jumlah Penumpang pada Kamis (14/5) Pagi

Calon Penumpang Berjubel di Bandara Soekarno Hatta, Aturan Pembatasan Fisik Tak Dihiraukan

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved