Pascacovid 19

Protokoler Kesehatan Baru Shanghai Disneyland Bisa Menjadi Standar New Normal

Shanghai Disneyland menerapkan protokoler kesehatan baru saat beroperasi kembali mulai Senin (11/5).

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/shanghaidisneyresort
Seorang pengunjung Shanghai Disneyland, Senin (11/5), dengan gembira berswafoto dengan boneka Minnie Mouse. 

"Perayaan hari ini akan dikenang dengan rasa bahagia, dan kami siap menyambut para tamu kami di tempat yang menyenangkan ini," katanya.

Joe Schott, President and General manager Shanghai Disney Resort dalam upacara pembukaan kembali Shanghai Disneyland.
Joe Schott, President and General manager Shanghai Disney Resort dalam upacara pembukaan kembali Shanghai Disneyland. (shanghaidisneyresort.com)

Pertama

Shanghai Disneyland adalah taman hiburan Disney pertama yang beroperasi kembali, setelah pandemi Covid-19 memaksa 12 taman hiburan Disneyland di seluruh dunia harus tutup.

Protokol kesehatan dan pengaturan pengunjung di Shanghai ini bisa jadi menjadi standar operasional untuk Disneyland lainnya, di situasi normal yang baru (new normal).

Dalam siaran persnya, pihak Disneyland menyatakan bahwa protokol yang mereka terapkan adalah hasil evaluasi dari pembukaan kembali Disneytown, Wishing Star Park, dan Disneyland Hotel pada awal Maret.

Hanya saja, belum ada penjelasan lebih lanjut soal pengoperasian kembali Disneyland lainnya.

Standar new normal

Protokol yang dijalankan oleh Shanghai Disneyland ini sepertinya juga bisa menjadi standar operasional bagi taman hiburan lain, tak hanya Disneyland, di seluruh dunia.

Mengurangi kapasitas pengunjung agar tercipta pembatasan jarak idel antarmanusia, serta pengaturan antrean di tiap wahana.

Para pengunjung Shanghai Disneyland di hari pertama taman huburan itu beroperasi kembali, Senin (11/5), setelah tutup selama 3 bulan akibat pandemi Covid-19.
Para pengunjung Shanghai Disneyland di hari pertama taman huburan itu beroperasi kembali, Senin (11/5), setelah tutup selama 3 bulan akibat pandemi Covid-19. (shanghaidisneyresort.com)

Selain itu, penjualan tiket dilakukan secara daring sehingga tak ada antrean di loket.

Namun, mengurangi kapasitas pengunjung biasanya akan menimbulkan masalah keuangan bagi pengelola, sebab bisa berarti titik profit idela tidak tercapai.

Kemudian yang terjadi adalah kenaikan harga tiket masuk, yang memberatkan banyak orang. Namun tampaknya itulah yang akan menjadi kenormalan baru pascacovid-19 ini.

McDonalds Sarinah, Ikon Jakarta yang Kini Tinggal Kenangan

Ini Alasan Kepulauan Seribu Belum Siap Menjadi Bali Baru

Perbaikan Ekonomi Harus Dilakukan Pascacovid-19, Untuk Menggairahkan Pariwisata di DKI

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved