Pascacovid 19

Protokoler Kesehatan Baru Shanghai Disneyland Bisa Menjadi Standar New Normal

Shanghai Disneyland menerapkan protokoler kesehatan baru saat beroperasi kembali mulai Senin (11/5).

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/shanghaidisneyresort
Seorang pengunjung Shanghai Disneyland, Senin (11/5), dengan gembira berswafoto dengan boneka Minnie Mouse. 

Sebanyak 200 orang berhasil menimbulkan iri hati banyak penduduk dunia, sebab mereka bisa bergembira ria di Shanghai Disneyland pada Senin (11/5/2020).

Sebagaimana diwartakan South China Morning Post (SCMP), taman hiburan itu mulai beroperasi kembali sejak Senin kemarin, setelah tiga bulan tutup akibat wabah virus corona di daratan Tiongkok.

Para Disney Princess bersama Buzz Lightyear dan Joy di Shanghai Disneyland.
Para Disney Princess bersama Buzz Lightyear dan Joy di Shanghai Disneyland. (shanghaidisneyresort.com)

Pemerintah Tiongkok memang telah memperbolehkan taman hiburan itu beroperasi kembali, setelah pada awal bulan ini membuka kembali sekolah-sekolah dan perkantoran.

Meski Shanghai Disneyland sudah menerima pengunjung, tetap saja ada pembatasan fisik yang masih harus ditaati pengelola Disneyland dan pengunjung.

Ludes

Menurut SCMP, pihak Shanghai Disneyland hanya boleh menjual tiket harian sebanyak 33,3 persen dari kapasitas normal mereka, yang mencapai 80.000 pengunjung.

Maka saat ini hanya sekitar 26.667 tiket yang tersedia. Maka tak mengherankan jika seluruh tiket itu langsung ludes terjual, saat pihak Disneyland mulai membuka pemesanan tiket pada Jumat (8/5).

Padahal harganya juga tidak murah, yakni 399 yuan Tiongkok untuk kunjungan hari kerja, dan 499 yuan untuk akhir pekan. Harga-harga tersebut sekitar Rp 838.815 sampai Rp 1,04 juta.

Selain jumlah tiket yang terbatas, pihak Disneyland juga menerapkan pengelompokan pengunjung, agar tidak terjadi kerumunan yang terlalu besar di setiap wahana.

Satu kelompok berisi 200 orang, dan kelompok pertama masuk ke taman hiburan tersebut pada pukul 09.30 waktu setempat. Mereka inilah yang menimbulkan rasa iri dari banyak orang di dunia tersebut.

Bisa dimaklumi, di saat sebagian besar penduduk dunia masih harus tinggal di dalam rumah, ke 200 orang ini sudah bisa bersukaria di Disneyland.

Lebih menikmati

"Mengurangi kapasitas pengunjung ini membuat kami bisa menikmati setiap wahana dan fasilitas lebih baik dari sebelum-sebelumnya," kata Jenny Kong, warga Shanghai yang termasuk 200 orang pengunjung pertama itu.

Pengaturan 200 orang setiap kelompok memang membuat tak ada antrean di setiap wahana. Termasuk di wahana Tron, yang merupakan favorit pengunjung di Shanghai Disneyland.

Kepada SCMP dia mengaku tak berpikir panjang saat Disneyland mulai menjual tiket pada Jumat lalu, dan langsung membeli untuk dua orang.

"Saya dan ibu saya tak peduli dengan virus yang mungkin akan menyebar dari kerumunan ini. Harus rebutan untuk memperoleh tiket ini," katanya lagi.

Para karakter Disney di Shanghai Disneyland siap menyambut pengunjung pada 11 Mei 2020.
Para karakter Disney di Shanghai Disneyland siap menyambut pengunjung pada 11 Mei 2020. (shanghaidisneyresort.com)

Meski para pengunjungnya acuh dengan kemungkinan tertular virus, pihak Disneyland terus-menerus mengumumkan lewat pengeras suara, agar pengunjung tidak melepas masker mereka dan memperhatikan jarak dengan orang lain.

Dengan alasan mencegah penularan pula, saat ini Shanghai Disneyland belum memainkan kembali pertunjukan dalam ruangan, seperti pertunjukan musikal Frozen.

Selain itu karnaval tengah hari, yang menjadi ciri khas Disneyland, juga dibuat sederhana, di mana hanya ada dua kendaraan hias yang muncul.

Joe Schott, President and General Manager, Shanghai Disney Resort, dalam siaran pers menyatakan sangat bahagia bisa membuka taman hiburan ini lagi, dan berterima kasih keada semua pihak yang mendukung mereka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved