Polisi Bongkar Sindikat Penjual Hasil Tes PCR Palsu, 1 Tersangka Positif Covid-19

Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan.

Warta Kota/Budi S Malau
Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021). 

Karyawan di bandara

Ironisnya, para pelaku sebagian besar adalah karyawan atau pekerja di lingkungan Bandara Soetta.

Mulai dari petugas sekuriti, calo tiket, relawan validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, sampai pekerja fasilitas kesehatan di Bandara Soetta.

Mereka dibekuk mulai tanggal 7 sampai 13 Januari 2021. Beberapa bahkan ditangkap di kawasan Bandara Soetta. Sementara lainnya diringkus di kediaman masing-masing di Jakarta.

Positif Covid-19

Dan yang tak kalah mengenaskan, menurut Alexander, seorang tersangka itu ternyata positif mengidap Covid-19.

Karena itu dia dibawa ke RS Polri RS Soekamto di Kramatjati, Jakarta Timur, untuk menjalani isolasi,

"Dilakukan isolasi dan penanganan lebih lanjut," kata Alexander Yurikho.

Pengungkapan ini berawal dari 7 Januari lalu, ketika polisi menangkap tiga orang yang menjual hasil pemeriksaan PCR palsu.

"Dokumen kesehatan tersebut berupa hasil negatif Swab PCR dari berbagai instansi kesehatan, yang digunakan sebagai pemenuhan persyaratan penggunaan moda transportasi udara," ujar Alex, Senin (18/1/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved