New Normal

Calon Penumpang Pesawat Positif Covid-19, Coba Akali Petugas dengan Dokumen Kesehatan Palsu

Calon penumpang pasawat coba-coba mengakali petugas Bandara Soekarno Hatta, dengan surat keterangan sehat abal-abal

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Konferensi pers Polresta Bandara Soekarno-Hatta, tentang pemalsuan surat hasil pemeriksaan swab tes. 

WARTA KOTA TRAVEL - Syarat melakukan perjalanan di masa pandemi Covid-19 belum berubah, yakni pelaku perjalanan masih harus menunjukkan surat tanda bebas Covid-19.

Sebagaimana termaktub di Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020, yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, surat tanda bebas Covid-19 itu berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang diusap (swab), atau metode rapid test.

Sayangnya, banyak pelaku perjalanan malas melakukan dua jenis pemeriksaan itu, dan memilih membeli surat bebas Covid-19 palsu.

Salah satu dari orang tersebut ditangkap aparat Polresta Bandara Soekarno Hatta, saat akan melakukan perjalanan lewat Bandara Soekarno Hatta.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Adi Ferdian, menjelaskan soal penangkapan ini kepada para wartawan. Katanya, tersangka yang ditangkap berinisial FR (30).

"Hari ini kami mengungkap kasus terkait pemalsuan dokumen kesehatan, yang diperlukan dalam perjalanan moda transportasi udara pada masa pandemi Covid-19," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Senin (10/8/2020).

Pelaku ditangkap di tempat check-in Keberangkatan Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Dia adalah calon penumpang Garuda Indonesia penerbangan GA656, rute Jakarta menuju Jayapura pada 15 Juli 2020.

"Pelaku mendapatkan surat hasil negatif swab PCR palsu, yang tertulis Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede, dari seseorang yang tidak pelaku kenal di kelompok keagamaan yang diikuti yang bersangkutan," kata Adi.

Adi menyatakan, surat tersebut dapat dinyatakan palsu karena fasilitas Asrama Haji Pondok Gede berhenti beroperasi sejak 30 Mei 2020.

Positif Covid-19

Ironisnya, FR ternyata mengidap virus corona pada saat dia mencoba mengakali petugas Bandara Soekarno-Hatta, dengan surat keterangan bebas Covid-19 abal-abal.

"Pada saat pengamanan dilakukan rapid test terhadap tersangka. Hasilnya dinyatakan reaktif," ujar Adi.

Maka FR segera menjalani proses karantina, dan menjalani tes usap PCR di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Diantar langsung oleh Dokkes Polresta Bandara Soetta, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Adi.

Pada saat ditangkap, FR akan melakukan perjalanan bersama sepupunya yang berinisial AR (15). Pemeriksaan rapid tes AR hasilnya non-reaktif.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini.

"Para penyelidik dan penyidik yang menangani perkara ini juga telah menjalani rapid tes dengan hasil non-reaktif," kata Adi.

Terungkapnya surat keterangan sehat palsu berawal dari kecurigaan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), ketika melihat tanggal di surat keterangan bebas Covid-19 yang dibawa FR.

Curiga tanggal

"Pada Selasa 14 Juli 2020 sekitar pukul 23.30, kami bersama personel Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sedang melakukan pemantauan seperti biasanya. Kemudian masuk pemberitahuan bahwa ada dua calon penumpang Garuda yang menggunakan surat keterangan sehat yang diduga kuat palsu," ujar Adi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved