Natal dan Tahun Baru

Inilah Aturan untuk Bepergian di Libur Masa Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Inilah aturan yang berlaku bagi masyarakat yang hendak bepergian selama masa liburan Natal dan Tahun Baru, 19 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Kristina Paukshtite
Bepergian di masa liburan Natal dan Tahun Baru, di tengah masa pandemi Covid-19, harus mengikuti sejumlah aturan kesehatan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Republik Indonesia (RI) sejak jauh-jauh hari mengimbau, agar masyarakat tetap di rumah pada akhir tahun ini, karena pandemi Covid-19 masih tak terkendali.

Namun tak sedikit masyarakat yang mempunyai alasan kuat untuk bepergian di masa liburan Natal dan Tahun Baru ini, meski lebih repot dan berisiko.

Kerepotan itu karena banyak aturan yang harus dipenuhi, yang merupakan konsekwensi yang harus diterima saat memutuskan bepergian di masa ini.

Aturan itu sendiri bertujuan untuk memperkecil kemungkinan kenaikan angka kasus positif Covid-19, yang memang selalu terjadi di masa liburan panjang.

Surat edaran Satgas Covid-19

Untuk liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Satuan Tugas Penangan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020, tentang "Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)".

Periode libur Natal dan Tahun Baru yang dimaksud dalam surat edaran itu ialah 19 Desember 2020 - 8 Januari 2021.

Dengan begitu, masyarakat yang akan bepergian dalam kurun masa itu harus mematuhi hal-hal yang diatur dalam SE Nomor 3 Tahun 2020 ini.

Inilah poin-poin penting yang termaktub dalam surat edaran tersebut:

- ·Setiap individu yang melakukan perjalanan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

- Masker harus selalu dipakai mulai dari keberangkatan, selama perjalanan, sampai dengan kedatangan.

- Jenis masker yang digunakan ialah masker kain 3 lapis atau masker medis.

- Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan yang kurang dari 2 jam. Kecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat pada satu titik waktu tertentu, dalam rangka pengobatan, yang bila tak dilakukan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan orang itu.

- Setiap orang yang melakukan perjalanan ke Pulau Bali menggunakan transportasi udara, wajib memiliki surat pemeriksaan PCR dengan hasil negatif, dengan tanggal pemeriksaan paling lama 7 x 24 jam sebelum tanggal keberangkatan.

- Setiap orang yang menuju Bali menggunakan transportasi darat atau laut, wajib menunjukkan surat pemeriksaan rapid test antigen dengan hasil negatif. Pemeriksaan itu harus dilakukan 3 x 24 jam sebelum tanggal keberangkatan.

- Untuk perjalanan ke dan dari Pulau Jawa, serta di dalam Pulau Jawa (antar kota antar provinsi), menggunakan tranportasi udara, kereta api, dan transportasi darat baik umum maupun pribadi, wajib menunjukkan surat pemeriksaan rapid test antigen dengan hasil negatif. Pemeriksaan itu harus dilakukan 3 x 24 jam sebelum tanggal keberangkatan.

- Anak-anak yag berusia di bawah 12 tahun tidak diwajibkan melakukan tes PCR atau tes rapid antigen.

- Perjalanan rutin menggunakan transportasi laut di Pulau Jawa, dengan lokasi terbatas antarpulau dan antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi, tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

- Perjalanan dengan transportasi darat, baik pribadi atau umum, dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek) tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

- Dalam keadaan tertentu, Satgas Penangan Covid-19 dapat melakukan pemeriksaan acak rapid test antigen atau PCR bila diperlukan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved