Pendakian Gunung Aconcagua

Sepuluh Tahun Pendakian Gunung Aconcagua (2): Aconcagua Mulai Muncul dan Menunjukkan Watak Aslinya

Max Agung Pribadi mulai merasakan watak asli Gunung Aconcagua yangbengis, dengan hujan salju dan angin kencang menderu-deru.

Warta Kota/Max Agung Pribadi
Menyusuri Lembah Relinchos, terlihat Gunung Aconcagua di sebelah kiri dan Ameghino di kanan. 

Ini membuat kesalahpahaman kecil berkembang menjadi perdebatan sengit. Dan ini membuat suasana perjalanan jadi tidak nyaman.

Saya kerap berada di tengah-tengah perselisihan itu. Saya memahami sepenuhnya perasaan tim.

Suasana kebebasan dan kegembiraan yang mereka dapat selama berkegiatan di alam bebas tercerabut oleh kekhawatiran semu si pemandu.

Meski sebagai peliput saya tidak ikut campur urusan internal tim, bagaimanapun mereka adik-adik yang membutuhkan arahan dari luar.

Apu juga sering meminta saya menyampaikan maksudnya kepada tim. Bagi saya, yang terpenting adalah menjaga agar misi, yaitu mendaki sampai puncak dan kembali ke rumah dengan selamat, berhasil.

Maka berulangkali saya berusaha menengahi perdebatan yang terjadi.

Aconcagua mulai terlihat

Di Casa de Piedra itu menjelang gelap pukul 22.00, salju mulai turun menutupi permukaan tanah. Itulah pengalaman pertama saya merasakan hujan salju.

Butirannya kecil, lalu lama-lama membesar seperti kapas. Kering, dingin, dan langsung menguap di tangan. Tipis saja karena keesokan paginya salju itu sudah lenyap.

Pagi itu kami menyeberang sungai dengan cara menjinjing ransel dan sepatu. Dinginnya air sungai seperti es, membuat jari-jari kaki sakit membeku.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved