Liburan Akhir Tahun

Pahami Kondisi yang akan Ditemui di Jalan Tol Trans Jawa saat Liburan Akhir Tahun

Ada sejumlah kondisi yang harus menjadi perhatian, saat melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun ini.

Istimewa/Yennyta Guzman
Hujan deras di jalan tol bisa sangat mengurangi jarak pandang berkendara. Tampak awan tebal yang menggantung di Jalan Tol Semarang-Solo pada Rabu (2/12/2020). 

Namun begitu memasuki Jalan Tol Kanci-Pejagan, jalannya jauh lebih mulus dibandingkan sebelumnya.

Menariknya, untuk rute B (menuju barat), masalah tambalan jalan merata dari timur sampai Jakarta.

Bahkan kondisi jalan terasa lebih baik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek rute B.

Lajur

Hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah lajur. Begitu memasuki Jalan Tol Cipali, jumlah lajur hanya dua.

Maka pengendara yang ingin berjalan dengan santai sebaiknya mengambil lajur kiri, agar kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi tidak perlu berjalan zig-zag hanya untuk mendahului kendaraan lain.

Jalan tol yang hanya memiliki dua lajur ini juga menjadi mengesalkan bila bertemu banyak truk.

Karena itu perjalanan pada pagi hari sangat dianjurkan, karena pada saat itu jumlah truk yang melintas tidak banyak.

Bicara soal truk, kebanyakan truk yang kami temui kemarin tidak memiliki lampu belakang yang sesuai aturan pemerintah.

Tidak ada cahaya kemerahan yang tampak dari jauh, dan lampu itu baru bercahaya saat sopirnya mengerem atau menyalakan lampu sein.

Sebagai ganti lampu belakang, terpasang lampu berwarna kekuningan di bagian tengah sehingga cukup membingungkan.

Tempat istirahat

Untuk soal tempat istirahat (rest area), tak perlu khawatir karena jumlahnya sangat memadai dari Jakarta sampai Surabaya.

Namun setelah Surabaya sampai Probolinggo Timur, yang jaraknya sekitar 130 kilometer, jumlahnya masih terbatas.

Hanya saja yang harus diingat dari rest area ini ialah, tidak semua rest area memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Karena itu perhitungkan jumlah bahan bakar, sehingga tak harus mengalami mogok di jalan tol.

Banyak rest area bagus di sepanjang jalan tol Trans Jawa. Namun tak semua rest area memiliki SPBU, seperti rest area di Km 429B. Sementara rest area Km 429A memiliki SPBU.
Banyak rest area bagus di sepanjang jalan tol Trans Jawa. Namun tak semua rest area memiliki SPBU, seperti rest area di Km 429B. Sementara rest area Km 429A memiliki SPBU. (Istimewa/Yennyta Guzman)

Pembayaran tol

Satu lagi yang harus disiapkan sebelum perjalanan jauh melalui jalan tol adalah uang elektronik.

Memang lebih baik membagi uang elektronik ke dalam beberapa kartu, untuk menghindari kerugian bila ternyata kartu hilang atau rusak.

Namun sistem yang berlaku di jalan tol ini adalah hanya mengizinkan menggunakan 1 kartu uang elektronik di satu ruas jalan tol.

Padahal ada ruas yang sangat panjang, seperti Jalan Tol Cipali yang panjangnya 116 kilometer.

Lalu ada pula penggabungan pembayaran untuk beberapa ruas sekaligus di rute B (timur ke barat), yang baru ditarik ketika akan memasuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

3. Kondisi cuaca

Hujan sudah pasti akan sering turun pada akhir tahun ini, karena memang sudah musimnya.

Karena itu besar kemungkinan Anda akan mendapati hujan dalam perjalanan ke luar kota, bahkan mungkin hujan deras.

Gangguan jarak pandang

Masalahnya, hujan deras di jalan tol pada siang hari sangat mengganggu jarak pandang.
Tiba-tiba seperti ada lapisan putih yang tebal di depan Anda, sehingga jarak pandang menjadi terbatas 5 meter maksimal.

Pihak Jasa Marga, sebagai operator jalan tol, sudah mengingatkan soal ini sejak langit mulai mendung, lewat papan pengumuman elektronik yang terpasang di beberapa tempat.

Namun begitu hujan sudah turun, papan pengumuman itu, penunjuk arah, serta rambu-rambu lain-lainnya langsung tak terlihat dari jauh.

Alat pendingin udara (AC) dan wiper yang berfungsi dengan baik akan sangat berguna di saat hujan deras.

Mengurangi kecepatan

Dalam situasi hujan deras, sebaiknya mengurangi kecepatan kendaraan agar lebih mudah mengendalikannya.

Bila batas kecepatan maksimal di jalan tol 100 kilometer/jam, maka saat turun hujan dikurangi menjadi maksimal 80 kilometer/jam.

Misalnya Anda akan keluar di sebuah tempat, dan mencari-cari jalan keluarnya, akan lebih mudah terlihat bila mobil Anda tidak melaju terlalu cepat.

Menyalakan lampu utama

Pada saat hujan, ada baiknya menyalakan lampu utama, agar keberadaan mobil terlihat oleh pengemudi lainnya.

Namun yang harus diingat, bukan lampu darurat (hazard) yang berkedap-kedip itu yang dinyalakan saat hujan deras itu, karena lampu itu memiliki fungsi yang berbeda.

Lampu hazard dinyalakan saat kendaraan mengalami masalah dan harus berhenti di bahu jalan. Kedap-kedip lampu itu menjadi tanda bagi pengendara lain bahwa sedang terjadi kondisi darurat.

Genangan air

Mengurangi kecepatan saat hujan juga berguna saat melewati genangan air.

Hujan yang begitu deras membuat sistem drainase di jalan tol kewalahan dalam membuang air yang berlimpah.

Akibatnya muncul genangan air di jalan, yang membuat ban mobil tak bisa menapak ke jalan sehingga kendaraan ngepot alias menggelincir (aquaplaning).

Karena jarak pandang berkurang, seringkali genangan air itu tak terlihat sebelumnya, dan baru terasa saat dilewati. Mobil minibus yang kami tumpangi terasa ngepot sedikit saat.

Semakin kencang laju kendaraan, semakit hebat ngepotnya. Karena itulah kecepatan harus dikurangi supaya menggelincirnya tidak terlalu parah.

Demikianlah berbagai kondisi yang mungkin akan ditemukan, saat Anda melakukan perjalanan menggunakan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun nanti.

Lebih baik memahami kondisinya sejak saat ini, dan melakukan persiapan agar perjalanan jarak jauh menjadi lebih aman dan menyenangkan.

Selamat jalan-jalan!

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved