Liburan Akhir Tahun

Pahami Kondisi yang akan Ditemui di Jalan Tol Trans Jawa saat Liburan Akhir Tahun

Ada sejumlah kondisi yang harus menjadi perhatian, saat melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun ini.

Istimewa/Yennyta Guzman
Hujan deras di jalan tol bisa sangat mengurangi jarak pandang berkendara. Tampak awan tebal yang menggantung di Jalan Tol Semarang-Solo pada Rabu (2/12/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Cuti bersama akhir tahun akhirnya dikorting tiga hari oleh Pemerintah, sehingga pegawai negeri sipil (PNS) harus masuk kerja pada tanggal 28-30 Desember 2020.

Hanya saja, sepertinya tetap akan terjadi eksodus masyarakat perkotaan, terutama Jabodetabek, pada akhir tahun nanti.

Bisa jadi, berlibur dengan kendaraan pribadi yang akan menjadi pilihan sebagian besar masyarakat, mengingat moda transportasi ini tergolong paling kecil risikonya dalam hal penularan Covid-19.

Kondisi Jalan Tol Semarang-Solo dengan jalan beton yang mulus. Foto diambil pada Rabu (2/12/2020).
Kondisi Jalan Tol Semarang-Solo dengan jalan beton yang mulus. Foto diambil pada Rabu (2/12/2020). (Istimewa/Ika Chandra V)

Hanya saja, bepergian ke luar kota dengan kendaraan pribadi memiliki risiko cukup besar dalam hal keselamatan, sebab sangat tergantung kepada individu pengemudi kendaraan tersebut.

Selain itu ada pula risiko eksternal, seperti kondisi jalan dan cuaca.

Maka, bepergian dengan kendaraan pribadi membutuhkan persiapan jauh-jauh hari, baik dari segi fisik pengemudi maupun kendaraannya.

Akhir November kemarin Warta Kota Travel mencoba perjalanan darat menggunakan mobil ke Bali, dan menemukan beberapa kondisi yang harus diwaspadai masyarakat sebelum melakukan perjalanan jauh.

Inilah beberapa catatan yang harus diperhatikan para traveller, yang pada akhir tahun nanti akan ke luar kota menggunakan mobil:

1. Kondisi fisik

Persiapan fisik, baik pengemudi maupun kendaraan sangat penting, demi keselamatan bersama.

Fisik manusia

Dengan tersambungnya jalan tol dari Merak sampai Probolinggo Timur, mayoritas perjalanan ke luar kota akan melalui jalan bebas hambatan ini.

Kehadiran jalan tol memang mempersingkat waktu perjalanan, namun bisa sangat membosankan dan melenakan.

Dalam kondisi bosan itu itu, bahaya micro-sleep, atau tertidur sebentar, sedang mengintai.

Salah satu bahayanya lagi adalah rasa lelah yang tidak terasa secara langsung, serta godaan untuk ngebut meski sudah melebih batas kecepatan yang disarankan.

Karena itu sebaiknya traveller mempersiapkan diri dengan berolahraga rutin sejak jauh-jauh hari.

Pasalnya, tubuh yang rutin berlatih fisik tidak mudah lelah saat menghadapi tekanan, seperti berkendara jarak jauh dan dalam waktu lama.

Sebaiknya juga memilih perjalanan pada pagi hari, karena tubuh manusia cenderung leih segar di waktu pagi sampai siang hari.

Fisik kendaraan

Kondisi fisik kendaraan juga harus dipersiapkan, seperti kondisi ban, rem, sistem transmisi, AC, wiper, dan lain-lain.

Kendaraan yang kondisinya baik menambah ketenangan para penumpangnya, terutama sang pengemudi, yang ujung-ujungnya juga mengurangi rasa lelah.

2. Kondisi jalan tol

Tambalan jalan

Bersyukurlah jalan tol Trans Jawa ini memang luar biasa dalam memangkas waktu perjalanan.

Sebagai contoh, perjalanan Jakarta - Semarang kini bisa ditempuh dalam waktu 5 jam nonstop.

Namun yang harus diperhatikan adalah kondisi jalan di jalan tol tidak semuanya mulus.

Kemarin yang kami rasakan adalah tambalan jalan membuat mobil minibus yang kami gunakan terguncang-guncang.

Kemudian ada juga sambungan jembatan (expansion joint), yang bisa bikin protes penumpang yang duduk di kursi belakang.

Kedua masalah ini bisa diatasi dengan melaju sesuai batas kecepatan yang dianjurkan.

Masalah ini lebih banyak ditemukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Cipali, dan Jalan Tol Palikanci rute A (menuju timur).

Namun begitu memasuki Jalan Tol Kanci-Pejagan, jalannya jauh lebih mulus dibandingkan sebelumnya.

Menariknya, untuk rute B (menuju barat), masalah tambalan jalan merata dari timur sampai Jakarta.

Bahkan kondisi jalan terasa lebih baik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek rute B.

Lajur

Hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah lajur. Begitu memasuki Jalan Tol Cipali, jumlah lajur hanya dua.

Maka pengendara yang ingin berjalan dengan santai sebaiknya mengambil lajur kiri, agar kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi tidak perlu berjalan zig-zag hanya untuk mendahului kendaraan lain.

Jalan tol yang hanya memiliki dua lajur ini juga menjadi mengesalkan bila bertemu banyak truk.

Karena itu perjalanan pada pagi hari sangat dianjurkan, karena pada saat itu jumlah truk yang melintas tidak banyak.

Bicara soal truk, kebanyakan truk yang kami temui kemarin tidak memiliki lampu belakang yang sesuai aturan pemerintah.

Tidak ada cahaya kemerahan yang tampak dari jauh, dan lampu itu baru bercahaya saat sopirnya mengerem atau menyalakan lampu sein.

Sebagai ganti lampu belakang, terpasang lampu berwarna kekuningan di bagian tengah sehingga cukup membingungkan.

Tempat istirahat

Untuk soal tempat istirahat (rest area), tak perlu khawatir karena jumlahnya sangat memadai dari Jakarta sampai Surabaya.

Namun setelah Surabaya sampai Probolinggo Timur, yang jaraknya sekitar 130 kilometer, jumlahnya masih terbatas.

Hanya saja yang harus diingat dari rest area ini ialah, tidak semua rest area memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Karena itu perhitungkan jumlah bahan bakar, sehingga tak harus mengalami mogok di jalan tol.

Banyak rest area bagus di sepanjang jalan tol Trans Jawa. Namun tak semua rest area memiliki SPBU, seperti rest area di Km 429B. Sementara rest area Km 429A memiliki SPBU.
Banyak rest area bagus di sepanjang jalan tol Trans Jawa. Namun tak semua rest area memiliki SPBU, seperti rest area di Km 429B. Sementara rest area Km 429A memiliki SPBU. (Istimewa/Yennyta Guzman)

Pembayaran tol

Satu lagi yang harus disiapkan sebelum perjalanan jauh melalui jalan tol adalah uang elektronik.

Memang lebih baik membagi uang elektronik ke dalam beberapa kartu, untuk menghindari kerugian bila ternyata kartu hilang atau rusak.

Namun sistem yang berlaku di jalan tol ini adalah hanya mengizinkan menggunakan 1 kartu uang elektronik di satu ruas jalan tol.

Padahal ada ruas yang sangat panjang, seperti Jalan Tol Cipali yang panjangnya 116 kilometer.

Lalu ada pula penggabungan pembayaran untuk beberapa ruas sekaligus di rute B (timur ke barat), yang baru ditarik ketika akan memasuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

3. Kondisi cuaca

Hujan sudah pasti akan sering turun pada akhir tahun ini, karena memang sudah musimnya.

Karena itu besar kemungkinan Anda akan mendapati hujan dalam perjalanan ke luar kota, bahkan mungkin hujan deras.

Gangguan jarak pandang

Masalahnya, hujan deras di jalan tol pada siang hari sangat mengganggu jarak pandang.
Tiba-tiba seperti ada lapisan putih yang tebal di depan Anda, sehingga jarak pandang menjadi terbatas 5 meter maksimal.

Pihak Jasa Marga, sebagai operator jalan tol, sudah mengingatkan soal ini sejak langit mulai mendung, lewat papan pengumuman elektronik yang terpasang di beberapa tempat.

Namun begitu hujan sudah turun, papan pengumuman itu, penunjuk arah, serta rambu-rambu lain-lainnya langsung tak terlihat dari jauh.

Alat pendingin udara (AC) dan wiper yang berfungsi dengan baik akan sangat berguna di saat hujan deras.

Mengurangi kecepatan

Dalam situasi hujan deras, sebaiknya mengurangi kecepatan kendaraan agar lebih mudah mengendalikannya.

Bila batas kecepatan maksimal di jalan tol 100 kilometer/jam, maka saat turun hujan dikurangi menjadi maksimal 80 kilometer/jam.

Misalnya Anda akan keluar di sebuah tempat, dan mencari-cari jalan keluarnya, akan lebih mudah terlihat bila mobil Anda tidak melaju terlalu cepat.

Menyalakan lampu utama

Pada saat hujan, ada baiknya menyalakan lampu utama, agar keberadaan mobil terlihat oleh pengemudi lainnya.

Namun yang harus diingat, bukan lampu darurat (hazard) yang berkedap-kedip itu yang dinyalakan saat hujan deras itu, karena lampu itu memiliki fungsi yang berbeda.

Lampu hazard dinyalakan saat kendaraan mengalami masalah dan harus berhenti di bahu jalan. Kedap-kedip lampu itu menjadi tanda bagi pengendara lain bahwa sedang terjadi kondisi darurat.

Genangan air

Mengurangi kecepatan saat hujan juga berguna saat melewati genangan air.

Hujan yang begitu deras membuat sistem drainase di jalan tol kewalahan dalam membuang air yang berlimpah.

Akibatnya muncul genangan air di jalan, yang membuat ban mobil tak bisa menapak ke jalan sehingga kendaraan ngepot alias menggelincir (aquaplaning).

Karena jarak pandang berkurang, seringkali genangan air itu tak terlihat sebelumnya, dan baru terasa saat dilewati. Mobil minibus yang kami tumpangi terasa ngepot sedikit saat.

Semakin kencang laju kendaraan, semakit hebat ngepotnya. Karena itulah kecepatan harus dikurangi supaya menggelincirnya tidak terlalu parah.

Demikianlah berbagai kondisi yang mungkin akan ditemukan, saat Anda melakukan perjalanan menggunakan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun nanti.

Lebih baik memahami kondisinya sejak saat ini, dan melakukan persiapan agar perjalanan jarak jauh menjadi lebih aman dan menyenangkan.

Selamat jalan-jalan!

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved