Manfaat Apa yang Diterima Masyarakat dari Kenaikan Tarif Jalan Tol? Ini Penjelasan Jasa Marga

Masyarakat harus memahami manfaat dan fasilitas yang akan diterima dari kenaikan tarif jalan tol.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Melihat nilai ekonomi jalan tol dengan membandingkan layanan yang diberikan dengan tarifnya. Keterangan foto: Pengendara mobil mengambil karcis di gerbang tol. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Tidak sedikit orang yang ngedumel bila terjadi kenaikan tarif jalan tol, karena uang yang harus mereka keluarkan lebih besar.

Namun masyarakat perlu tahu mengapa tarif jalan tol mengalami kenaikan secara berkala, dan peningkatan layanan apa yang diperoleh masyarakat dari kenaikan tarif itu.

Seperti kenaikan tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek), begitu PT Jasa Marga memberlakukan tarif terintegrasi.

Tarih baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek setelah melintas Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tidak lagi gratis.
Tarih baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek setelah melintas Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tidak lagi gratis. (Istimewa/Jasa Marga)

Dalam tarif terintegrasi itu sudah termasuk tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, atau tol layang, dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Hanya saja jika dicermati, tarif Jalan Tol Jakarta Cikampek untuk kendaraan golongan II, III, IV, dan V mengalami kenaikan dari Rp 4.000 hingga Rp 10.000.

Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan, mengingat kendaraan golongan II sampai V tidak boleh menggunakan Jalan Tol Layang Japek.

Ternyata cara melihat nilai ekonomi produk jalan tol memang tidak sesederhana melihat nilai ekonomi produk lain .

Efisiensi, efektivitas, keselamatan, dan kenyamanan adalah poin penting dalam sebuah produk jalan tol.

Head Division Regional Jasamarga Transjawa Tollroad, Reza Febriano menjelaskan, kenaikan tarif bagi jarak dekat dan truk dibarengi dengan peningkatan fasilitas.

Efisien

Selain itu, dengan dioperasikannya ruas Jakarta-Cikampek II Elevated terjadi peningkatan kecepatan rata-rata, terutama di Simpang Susun (SS) Cikunir sampai dengan Karawang Barat untuk kedua arah.

Dengan begitu waktu tempuh untuk pengguna jalan jarak jauh dari arah Jakarta menuju Cikampek, yang biasanya memakan waktu 82 menit menjadi 62 menit.

Adapun kecepatan rata-rata untuk arah Cikampek meningkat 36,94 persen, dari semula 41,9 Km per jam menjadi 57,46 Km per jam.

Sementara untuk arah Jakarta meningkat 26,8 persen, dari semula 45,01 Km per jam menjadi 57,07 Km per jam.

"Jadi ada perubahan kecepatan rata-rata yang signifikan, setelah adanya Jalan Tol Layang di segmen SS Cikunir-Bekasi Barat meningkat 112,9 persen. Dari sebesar 26,27 Km per jam naik menjadi 55,93 Km per jam, dan segmen Bekasi Barat – Bekasi Timur meningkat 58,5 persen dari 31,83 Km per jam naik menjadi 47,28 Km per jam,” kata Reza pada Selasa (17/11/2020).

Kenyamanan

Reza juga menjelaskan peningkatan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek, salah satunya ialah memastikan pekerjaan pemeliharaan jalan tol, seperti scrapping, filling, overlay dan rekonstruksi perkerasan terus dilaksanakan.

“kegiatan pemeliharaan guna memenuhi standar pelayanan minimum jalan tol akan dilakukan secara terus menerus dengan skala prioritas pada pelaksanaannya,” kata Reza.

Sementara itu, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru menjelaskan histori dari pemberlakuan sistem pengoperasian secara terintegrasi ini.

Hal itu bermula dari kondisi sebelum dibangunnya Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau tol layang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved