Pascacovid 19

Taman Mini Indonesia Indah Siap Beroperasi pada Awal Juni 2020

Taman Mini Indonesia Indah siap menerima pengunjung kembali pada awal Juni 2020. Kini mereka tengah menyiapkan protokol kesehatan baru.

Taman Mini Indonesia Indah Siap Beroperasi pada Awal Juni 2020
Warta Kota/AC Pingkan
Telaga berisi peta Indonesia di Taman Mini Indonesia. 

WARTA KOTA TRAVEL, JAKARTA - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan kembali beroperasi pada awal Juni 2020.

Taman hiburan di Jakarta Timur ini tengah melakukan persiapan mengadopsi tatanan kehidupan baru (new normal) akibat pandemi virus corona (Covid -19).

Kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah.
Kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah. (Warta Kota/AC Pingkan)

Taman wisata bertema budaya Indonesia ini,  yang memiliki luas area kurang lebih 150 hektar itu, sudah tutup selama dua bulan lebih sampai hari ini. Mereka menghentikan operasi sejak 23 Maret 2020.

"Rencananya TMII akan beroperasi kembali di awal bulan Juni ini. Tetapi kita juga masih menunggu kebijakan pemerintah," kata Kabag Humas TMII, Sahda Silalahi kepada Wartakotalive.com, Selasa (26/5/2020).

Sahda menjelaskan, bila TMII kembali beroperasi otomatis semua karyawan akan masuk kerja seperti biasa.

"Sekarang ini kita semua WfH (Work from Home), kecuali petugas keamanan, kebersihan, dan juga petugas yang mempunyai koleksi binatang seperti Taman Burung, Dunia Air Tawar dan Taman Serangga, Museum Komodo, dan Taman Reptilia," ujar Sahda.

Protokol kesehatan

Dan bila nanti TMII kembali dibuka untuk umum, kata Sahda lagi, pastinya manajemen TMII akan memperhatikan protokol kesehatan seperti himbauan pemerintah.

"Sekarang ini juga sudah mulai ada persiapan-persiapan, misalnya penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, disinfektan dan lain sebagainya," tandas Sahda.

Sebagaimana tercantum dalam tahapan pemulihan kegiatan masyarakat, yang dilampirkan di Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020, sektor jasa wisata diperbolehkan beroperasi kembali pada tanggal 8 Juni 2020.

Namun dalam pelaksanaannya, pihak pengelola tempat wisata harus menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti membatasi jumlah pengunjung, mengatur jarak antarmanusia, dan meniadakan pembelian tiket langsung di loket.

Menggunakan masker

Sementara itu, menurut dr Siti Cahyani MSc SpPK, protokol kesehatan standar itu adalah menggunakan masker sesuai peruntukannya, sering cuci tangan baik menggunakan hand sanitizer atau sabun, menjaga jarak antarpengunjung antara 1 sampai 3 meter, dan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.

dr Siti Chayani MSc SpPK, penanggung jawan laboratorium RS Keluarga Sehat, Pati, Jawa Tengah.
dr Siti Chayani MSc SpPK, penanggung jawan laboratorium RS Keluarga Sehat, Pati, Jawa Tengah. (Dok. pribadi dr Siti Chayani MSc SpPK)

Untuk hotel, penyemprotan dilakukan di kamar setiap kali tamu check-out. Sementara untuk ruang publik penyemprotan dilakukan 2-3 kali sehari.

"Mengenai penggunaan masker, harus diperhatikan bahwa masker kain digunakan oleh orang sehat. Jika sedang sakit harus menggunakan masker bedah," ujar penanggung jawab Laboratorium RS Keluarga Sehat di Pati, Jawa tengah ini. (Ign Agung Nugroho)

Disparekraf DKI Jakarta Masih Menyusun Protokol Kegiatan Baru di Industri Pariwisata

Ekowisata, Wisata Petualangan, dan Wisata Kesehatan Akan Diminati Masyarakat Pascacovid-19

GV Siap Ramaikan New Normal dengan Masker Fashion

 

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved