Pascacovid 19

Eksperimen NHK Menyiratkan New Normal pada Tata Cara Jamuan Prasmanan Pascacovid-19

New normal tampaknya akan berlaku di jamuan prasmanan, sesuai standar protokoler kesehatan yang baru.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Thiago Patrevita
Ilustrasi: prasmanan, buffet, restoran di hotel. 

Tata cara jamuan prasmanan di hotel, kapal pesiar, dan restoran bisa jadi akan berubah setelah pandemi Covid-19 ini usai.

Sebuah eksperimen dari NHK menyiratkan sebuah new normal yang sesuai protokol kesehatan, yang akan diadopsi oleh industri hotel dan restoran, setelah pandemi Covid-19 usai.

Sebuah tata cara baru yang sesuai protokol kesehatan akan berlaku dalam jamuan prasmanan, seusai pandemi Covid-19 berlalu.
Sebuah tata cara baru yang sesuai protokol kesehatan akan berlaku dalam jamuan prasmanan, seusai pandemi Covid-19 berlalu. (Warta Kota/Janlika Putri)

New normal memang menjadi frase yang semakin sering disebut belakangan ini, setelah pandemi virus corona membuat kehidupan manusia sedunia menjadi lumpuh.

Arti dari new normal ini, atau normal baru jika diterjemahkan secara harfiah, adalah perilaku yang harus menjadi kebiasaan baru agar manusia tidak mudah tertular kuman penyakit.

Bentuk paling mudah dari normal baru adalah mencuci tangan setiap selesai melakukan sesuatu, atau pulang dari bepergian.

Namun nantinya akan banyak sekali perilaku yang akan berubah, seturut protokol kesehatan baru.

Eksperimen NHK

Salah satunya yang kemungkinan besar bakal berubah adalah tata cara makan prasmanan, atau sering disebut buffet.

Pasalnya, sebagaimana terlihat dalam video eksperimen yang dibuat stasiun TV Jepang NHK, tata cara prasmanan itu ternyata berpotensi besar menularkan kuman penyakit.

Bukan makanannya yang mengandung kuman penyakit, melainkan peralatannya karena disentuh oleh banyak orang.

Dalam video yang sudah viral tersebut pihak NHK membuat sebuah percobaan jamuan prasmanan ala restoran.

Mereka menggunakan 10 orang aktor sebagai tamu dalam perjamuan tersebut.

Disebutkan di awal video, para pelaku di video tersebut dalam kehidupan aslinya sudah dinyatakan sehat dan bebas Covid-19.

Namun, untuk kepentingan percobaan ini, satu orang aktor didapuk menjadi penderita penyakit menular. Pada tangannya dibubuhkan cat fluoresens tersembunyi, yang baru terlihat saat lampu dimatikan.

Cat itu ceritanya adalah kuman penyakit, yang menempel di orang tersebut karena dia memang sedang sakit, terkena bersinnya sendiri, atau juga karena menempel karena memegang benda yang mengandung kuman.

Kemudian jamuan dimulai. Para undangan bergantian mengambil hidangan secara prasmanan dalam kurun waktu 30 menit.

Semuanya berjalan secara normal seperti biasanya jamuan prasmanan selama ini.

Ada di mana-mana

Setelah jamuan usai, pihak NHK mematikan lampu ruangan persobaan dan terlihat pemandangan yang "mengerikan".

Hasilnya adalah seluruh aktor kini terkena cat fluoresens tersebut. Bahkan orang yang duduk jauh dari aktor "berpenyakit" itu juga memiliki paparan cat di tubuhnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved