Wisata Jakarta

Di Makam Pangeran Jayakarta Bisa Ziarah Sekaligus Belajar Sejarah

Makam Pangeran Jayakarta di Jatinegara Kaum adalah salah satu destinasi wisata religi dan sejaran di Jakarta.

Tribun Jakarta/Nur Indah Farrah Audina
Makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, adalah destinasi wisata religi dan sejarah di DKI Jakarta. Keterangan foto: Makam Jayakarta memiliki nisan khas Kesultanan Banten, karena dia adalah pangeran dari Kesultanan Banten. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sebagai kota metropolitan,  atraksi wisata di Jakarta kebanyakan bertipe pariwisata perkotaan, atau bahasa kerennya adalah urban tourism.

Bentuk dari tipe pariwisata ini adalah pusat perbelanjaan, pusat kuliner, tempat hiburan, dan museum.

Namun siapa yang menyangka bahwa Jakarta juga sarat dengan destinasi wisata religi, yang ternyata berkaitan erat dengan wisata sejarah.

Salah satunya adalah makam Pangeran Jayakarta yang terletak di kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Berdekatan dengan makam Pangeran Jayakarta, dimakamkan pula anak dan sanak kerabatnya. Para keturunan Pangeran Jayakarta kemudian membangun cungkup untuk melindungi semua makam tersebut
Berdekatan dengan makam Pangeran Jayakarta, dimakamkan pula anak dan sanak kerabatnya. Para keturunan Pangeran Jayakarta kemudian membangun cungkup untuk melindungi semua makam tersebut (Tribun Jakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Cikal bakal Jatinegara

Pengunjung yang datang ke tempat ini biasanya memiliki keperluan ziarah, atau kegiatan spiritual lainnya. Jarang ada yang melirik cerita sejarahnya.

Padahal sejarah Jakarta tak bisa dilepaskan dari nama Pangeran Jayakarta. Selain aksi heroiknya melawan kesewenan-wenangan VOC, pangeran dengan nama asli Achmad Djakerta ini adalah cikal bakal penduduk Jatinegara.

Pangeran Jayakarta sebenarnya adalah keluarga Kesultanan Banten, yang berkedudukan di daerah Sunda Kelapa, yang merupakan salah satu pelabuhan penting bagi Kesultanan Banten.

Ketika VOC datang dan ingin menguasai Sunda Kelapa, tentu saja Pangeran Djayakarta melawan dan berhasil mengusir serikat dagang dari Belanda itu.

Hanya saja kemudian VOC datang kembali dengan pasukan lebih banyak dan persenjataan lebih kuat, sehingga Pangeran Jayakarta dan pasukannya terpukul mundur pada 30 Mei 1619.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved