Metode Baru Tes Covid-19 dari Inggris ini Akan Menguntungkan Traveller

Sebuah metode baru tes Covid-19 sangat mendukung kegiatan jalan-jalan, karena memberikan hasil yang lebih akurat dengan waktu proses lebih cepat.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Angkasa Pura II
Sebuah metode baru tes Covid-19 dari Inggris disebut-sebut lebih akurat dengan proses lebih cepat. Keterangan foto: Calon penumpang pesawat udara sedang melakukan tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020) 

Hal itu merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang trauma dengan metode usap, yang digunakan oleh tes PCR (polymerase chain reaction) dan rapid antigen.

Dalam uji coba, tes LamPORE ini menunjukkan efektivitas sampai 100 persen kepada subjek pasien Covid-19 yang memiliki gejala.

Sementara untuk pasien tanpa gejala, efektivitasnya 99 persen dengan sampel diambil menggunakan metode usap dan ludah.

Bukan hanya virus corona 2 yang terdeteksi melalui tes LamPORE ini, sebab alat ini juga mengenali virus flu lainnya di tubuh subjek.

Cara kerja

Menurut laman resmi Oxford Nanopore, cara kerja LamPORE ialah menggunakan metode diagnosa molekul RNA virus,

Setelah memperoleh sampel dari subjek, benda itu akan diekstrasi untuk memperoleh RNA yang terkandung di sana.

Kemudian dimasukkan reagen yang menyasar gen E, N, dan ORF1a, di SARS-CoV-2 dan dan actin control.

Setelah itu masuk tahap inkubasi selama 35 menit dengan temperatur 65 derajat Celcius..

Pada tahap ini petugas laboratorium sudah bisa melihat ada atau tidaknya virus corona 2 di sampel tersebut.

Bila ditemukan virus corona 2, maka alat LamPORE ini akan menggandakan jumlah virus untuk keperluan sequencing.

Sedangkan, bila tak terdeteksi virus sasaran makan alat akan menggandakan actin control untuk keperluan proses sequencing.

Proses sequencing inilah yang akan menetapkan bahwa produk reaksi adalah SARS-CoV-2.

Kemuadian alat LamPORE ini akan mengeluarkan hasil analisis kualitatif ini dalam bentuk visual dan laporan LIMS.

Mesin yang kompak

Untuk melakukan tes ini dibutuhkan sebuah alat bernama GridION OND, yang juga keluaran Oxford Nanopore Technologies.

Alat tersebut, sebagaimana dilansir laman LamPORE, memiliki dimensi 37 cm x 22 cm x 36,5 cm, dan bobotnya 11 kilogram.

Maka tak mengherankan bila pihak Oxford Nanopore mengklain bahwa metode tes mereka bisa dilakukan di segala tempat, termasuk di tempat terpencil dengan infrastruktur terbatas.

Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan dengan LamPORE juga diklaim lebih murah, karena bisa melakukan pemeriksaan 9.000 sampel selama 24 jam

Tes massal

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved