Metode Baru Tes Covid-19 dari Inggris ini Akan Menguntungkan Traveller

Sebuah metode baru tes Covid-19 sangat mendukung kegiatan jalan-jalan, karena memberikan hasil yang lebih akurat dengan waktu proses lebih cepat.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Angkasa Pura II
Sebuah metode baru tes Covid-19 dari Inggris disebut-sebut lebih akurat dengan proses lebih cepat. Keterangan foto: Calon penumpang pesawat udara sedang melakukan tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020) 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sebuah penemuan baru di Inggris belum lama ini mungkin adalah kabar gembira bagi para pencinta jalan-jalan.

Penemuan ini adalah metode baru untuk mendeteksi kehadiran SARS-CoV-2 di dalam tubuh seseorang, yang lebih akurat dari metode yang sudah ada selama ini.

Selain itu, biaya tes Covid-19 menggunakan metode bertajuk LamPORE ini disebut-sebut jauh lebih murah dna lebih vepat dari tes PCR.

Dalam uji coba berskala besar di Inggris, metode bertajuk LamPORE ini bisa mendeteksi virus corona 2 dalam tubuh pasien yang tidak menunjukkan gejala.

Salah satu masalah dalam penanganan Covid-19 ini adalah mendeteksi pasien Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala.

Pasalnya, pasien kategori ini, yang disebut orang tanpa gejala (OTG), dianggap sebagai sumber meluasnya penyakit ini.

Bisa jadi penyebabnya adalah mereka merasa sehat, sehingga cenderung lalai melakukan protokol kesehatan.

Masalah ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di seluruh dunia, termasuk Inggris. Karena itu para ahli di sana berusaha membuat sebuah alat yang bisa mendiagnosa OTG dengan lebih akurat.

Menteri Kesehatan Inggris, James Bethel, sebagaimana diwartakan Mirror, mengatakan bahwa memperbaiki tes Covid-19 untuk para OTG adalah kunci dalam perang melawan Covid-19.

Upaya itu tampaknya menunjukkan hasil menjanjikan, dengan penemuan alat tes Covid-19 bermerek LamPORE.

Lebih akurat

Alat tes karya para ahli di Oxford Nanopore Technologies itu mnunjukkan efektivitas yang baik dalam mendeteksi SARS-CoV-2 di kalangan OTG.

Hasil dari uji coba skala besar memperlihatkan sensitivitas (sensitivity) Lampore sampai 99,57 persen, sementara ketegasannya (specificity) mencapai 99,4 persen.

Sensitivitas dan ketegasan adalah standar pengukuran untuk sebuah metode pengujian penyakit, untuk menentukan seseorang mengidap penyakit atau tidak.

Sensitivitas adalah kemampuan alat tes itu menemukan kuman penyakit dan kuantitasnya, sehingga seseorang bisa dinyatakan positif.

Semakin tinggi tingkat sensitivitasnya berarti semakin kecil kemungkinan hasil negatif yang salah dari pemeriksaan ini. Artinya semakin sedikit orang sakit yang dinyatakan sehat.

Sementara ketegasan adalah kemampuan untuk menentukan seseorang tidak mengidap penyakit.

Semakin tinggi tingkat ketegasannya maka semakin kecil kemungkinan hasil positif yang salah dari tes ini. Artinya semakin sedikit orang sehat yang dinyatakan sakit.

Menggunakan sampel ludah

Tes LamPORE ini memakai dua metode untuk mengambil sampel, yakni usap (swab) dan ludah. Dari kedua metode itu, ludah merupakan sampel yang lebih efektif.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved