Surat tes Covid 19 palsu

ANCAMAN Penjara 4 Tahun bagi Pengguna Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Dokumen perjalanan, berupa surat hasil tes Covid-19 akan diperksa dua kali, pada saat keberangkatan dan kedatangan.

Warta Kota/AC Pingkan
Dokumen perjalanan, berupa surat hasil tes Covid-19 akan diperksa dua kali, pada saat keberangkatan dan kedatangan. Keterangan foto: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Soekarno Hatta memeriksa surat keterangan bebas Covid-19, yang merupakan syarat untuk bepergian menggunakan pesawat udara. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Jangan menggunakan surat hasil tes Covid-19 palsu bila tak ingin masuk penjara.

Sebagaimana dilansir laman Covid19.go.id, menggunakan surat hasil tes Covid-19 palsu itu dikategorikan tindakan kriminal, dan pelakunya diancam dengan Pasal 267 ayat 3 dan Pasal 268 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ancaman hukumannya adalah maksimal 4 tahun penjara. Hal itu diutarakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Hand sanitizer dan papan petunjuk menuju tempat validasi dokumen bepergian di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Hand sanitizer dan papan petunjuk menuju tempat validasi dokumen bepergian di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. (Warta Kota/AC Pingkan)

"Dengan ancaman pidana kurungan selama 4 tahun, baik yang membuat ataupun menggunakannya," kata Wiku menekankan, saat menjawab pertanyaan media, dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21/1).

Nah lho, pemalsu surat dokumen bepergian itu diancam Ayat 1 di pasal yang sama.

Dengan kata lain, pelaku perjalanan itu sebenarnya rugi dua kali. Sudah keluar uang untuk membeli dokumen palsu, ditambah pula hukuman penjara yang waktunya mungkin sama dengan orang yang menangguk keuntungan dari tindak pemalsuan itu.

Verifikasi 2 kali

Mungkin beberapa orang akan mencibir dan berkata, "Ah, itu kan kalau ketahuan."

Memang, hukuman itu baru akan terjadi bila pelaku perjalanan ketahuan menggunakan dokumen palsu.

Karena itulah Satgas Penanganan Covid-19 memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved