Natal dan Tahun Baru

Ingat, Masuk ke DKI Jakarta Harus Negatif dalam Uji Rapid Antigen

Bepergian di masa liburan Natal dan Tahun Baru kali ini membutuhkan syarat hasil tes negatif dari uji rapid antigen.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Nur Ichsan
Bepergian di masa liburan Natal dan Tahun Baru kali ini membutuhkan syarat hasil tes negatif dari uji rapid antigen. Keterangan foto: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan surat izin ke luar masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa pembatasan sosial berskalabesar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa masyarakat yang akan berlibur dan bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru, wajib melakukan tes rapid antigen.

Pemeriksaan itu harus dilakukan dua hari sebelum tanggal keberangkatan.

Berdasarkan instruksi dari Pemerintah Pusat itu, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mengeluarkan instruksi wajib uji rapid antigen, bagi masyarakat yang ingin keluar-masuk Ibu Kota.

Kebijakan ini akan berlaku mulai Jumat (18/12/2020) sampai Jumat (8/1/2021) mendatang, sesuai jadwal yang dikeluarkan Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, kebijakan itu berlaku bagi penumpang pesawat terbang, kapal laut, dan bus.

Pemeriksaan

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan persyaratan perjalanan itu di gerbang-gerbang DKI, yakni di bandara, pelabuhan dan terminal bus di Ibu Kota.

“Untuk rapid test antigen itu kan menjadi kebijakan nasional, artinya penumpang yang akan membeli tiket diwajibkan menunjukkan hasil rapid test antigen. Mulai tanggal 18 Desember sampai 8 Januari semuanya wajib menyertakan rapid test antigen, baik itu angkutan udara, angkutan laut, dan darat di terminal bus,” kata Syafrin di Balai Kota DKI pada Rabu (16/12/2020).

Sementara untuk pemeriksaan masyarakat yang bepergian dengan kendaraan pribadi, Pemprov DKI akan melibatkan Kementerian Perhubungan RI untuk melakukan pemeriksaan di jalan tol.

Random

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, pemeriksaan persyaratan bepergian itu dilakukan secara acak.

"Terkait perjalanan darat, dari luar kota ke Bandung dan sebagainya, nanti kami sedang koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan rapid antigen secara random,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (17/12/2020).

Ariza menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara random, alias tidak semua pengendara mobil pribadi, yang datang atau keluar via Jalan Tol Jagorawi maupun Jalan Tol Jakarta-Cikampek, bakal diperiksa.

Sebab pihaknya mempertimbangkan hambatan lalu lintas yang akan ditimbulkan, bila petugas menghentikan kendaraan di ruas tol.

“Nanti secara random, ini sedang diatur teknisnya untuk dilakukan rapid tes antigen, dan itu dilakukan secara gratis,” ujarnya.

“Untuk titiknya nanti diatur Dinas Perhubungan, persisnya di mana saja. Tentu yang terbaik, aman, dan cukup luas sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” tambahnya.

Dua periode

Masa angkutan Natal tahun ini, kata Syafrin, akan berlangsung dalam dua periode mulai tanggal 18 Desember 2020.

Untuk angkutan darat, perkeretaapian, dan udara akan berlangsung pada 18 Desember 2020 - 4 Januari 2021.

Sementara untuk angkutan laut akan berlangsung sampai 8 Januari 2021. (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved