H-1 Natal Diprediksi Puncak Kepadatan Jalan Tol, Jasa Marga Siapkan Mobile Reader

Jalan Tol Diprediksi padat pada Kamis (24/12/2020). Untuk mengurangi kemacetan, pastikan saldo uang elektronik cukup.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. Jasa Marga
Gerbang Tol Utama Cikampek diprediksi akan padat pada Kamis (24/12/2020) Keterangan foto: Suasana arus kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama pada Minggu (16/8/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jabodetabek, dalam rangka libur akhir tahun, diprediksi terjadi pada satu hari menjelang Hari Raya Natal, atau Kamis (24/12).

Untuk itu PT Jasa Marga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, bila terjadi kemacetan di jalan tol. Demikian diutarakan Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Pratomo Bimawan Putra.

“Salah satunya ialah upaya antisipasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Utama, dengan meningkatkan layanan transaksi. Bentuknya menambah kapasitas di gerbang tol utama dengan menyiapkan mobile reader," kata Bima, panggilan akrabnya.

Dengan alat itu, petugas jalan tol akan mendatangi mobil yang sedang mengantre, untuk mempercepat proses transaski pembayaran. Tujuannya untuk mengurai antrean di jam-jam padat.

Untuk itu pengguna jalan tol bisa membantu kelancaran, dengan memastikan salso di kartu uang elektroniknya cukup untuk membayar perjalanannya.

Pihaknya memprediksi volume transaksi meningkat, khususnya di GT Cileunyi, GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Kalikangkung, GT Ciawi, GT Banyumanik, GT Waru Gunung, serta gerbang tol lainnya.

Menyiapkan peranti

“Selain itu juga ikut memastikan peralatan tol berfungsi optimal, dan kelengkapan operasional di setiap Gerbang Tol,” ujar Bima.

Persiapan lainnya adalah mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Tol.

“Langkah antisipasi ini meliputi penyiagaan sarana-prasarana, dan penempatan personel untuk rekayasa lalin di titik-titik rawan kepadatan. Menurunkan Satgas Jasa Marga Siaga, dan menyediakan Pos Pantau,” kata Bima.

Selain itu berkoordinasi dengan Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Direktorat Jendral Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, untuk rekayasa lalin seperti contraflow, oneway, pengaturan angkutan barang, dan lainnya,

“Kami memastikan CCTV, Variable Message Sign (VMS), VMS Mobile, Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS), dan radio komunikasi berfungsi optimal, untuk memantau kondisi lalin serta percepatan informasi,” tandas Bima. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved