Berlibur menggunakan mobil

Ini yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Situasi Darurat di Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek

Pengemudi harus lebih berhati-hati ketika berhenti di bahu jalan tol layang Jakarta-Cikampek Elevated.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/ Angga Bhagya Nugraha
Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek) Elevated akan berfungsi pada musim Libur Natal dan Tahun Baruu 2020, mulai tanggal 20 Desember mendatang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Mempersiapkan kendaran sebelum menampuh perjalanan jauh itu wajib hukumnya, agar perjalan tersebut lancar dan Anda selamat sampai ke tujuan.

Sayangnya, ada saja orang yang masih mengabaikan soal kelaikan kendaraan ini, sehingga timbul masalah seperti mobil rusak di tegah jalan.

Bagaimana jika mobil tiba-tiba mandek saat sedang berada di jalan tol layang Jakarta - Cikampek?

Sebagaimana dikutip dari laman Grid Oto, pengemudi harus lebih berhati-hati ketika berhenti di bahu jalan tol layang Jakarta-Cikampek.

Pasalnya, kondisi jalan tol layang agak berbeda dari jalan tol biasa.

"Bahu jalan tol layang Jakarta-Cikampek tidak selebar jalan tol biasa, hanya sekitar 2 sampai 3 meter
saja, dan langsung bersinggungan dengan tembok pembatas. Ini cukup berisiko saat berhenti di bahu jalan," ucap Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Jauh

"Jadi, saat berhenti darurat harus dipastikan mobil lain yang berada di belakang cukup jauh," tambahnya.

Hal ini untuk membuat pengendara lain mengetahui bahwa ada mobil di depannya sedang berhenti darurat.

Lampu hazzard

Begitu mobil berhenti, si pengemudi harus segera menyalakan lampu hazzard, yaitu kedua lampu sein menyala berkedap-kedip.

Lampu itu sejatinya dalah tanda bagi pengemudi lain bahwa sebuah kendaran sedang berhenti karena
mengalami kejadian darurat.

Di sini terjadi salah kaprah, karena menganggap lampu hazzard harus dinyalakan saat mobil berjalan dalam kondisi lingkungan berkabut.

Segitiga pengaman

Begitu lampu hazzard sudah menyala, pengemudi haus memasang segitiga pengaman agak jauh di blakang mobil, sebagai tanda bagi kendaraan lain.

Namun, sebelum melangkah keluar pastikan situasinya dalam keadaan aman.

"Bila memungkinkan pengemudi keluar dan pasang segitiga pengaman di belakang kurang lebih 10 meter dari mobil," kata Jusri.

Tetap di dalam mobil

Yang perlu diperhatikan lagi adalah penumpang mobil.

Jusri menyarankan agar penumpang sebaiknya tidak turun dari mobil.

Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved