Manfaat Apa yang Diterima Masyarakat dari Kenaikan Tarif Jalan Tol? Ini Penjelasan Jasa Marga

Masyarakat harus memahami manfaat dan fasilitas yang akan diterima dari kenaikan tarif jalan tol.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Melihat nilai ekonomi jalan tol dengan membandingkan layanan yang diberikan dengan tarifnya. Keterangan foto: Pengendara mobil mengambil karcis di gerbang tol. 

Kapasitas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah sudah sangat padat, sehingga di beberapa segmen, seperti di segmen Cikunir–Bekasi Barat, perbandingan antara volume mobil dengan kapasitas jalan (V/C ratio) sudah mencapai 1,0.

Dengan kondisi yang sudah tidak layak itu, PT Jasa Marga memulai pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated pada tahun 2017, dan rampung serta dioperasikan tanpa tarif sejak 15 Desember 2019 hingga saat ini.

Suasana hari pertama jalan layang tol Jakarta Cikampek dibuka untuk umum, Minggu (15/12)
Suasana hari pertama jalan layang tol Jakarta Cikampek dibuka untuk umum, Minggu (15/12) (Warta Kota/Muhammad Azzam)

“Dengan adanya Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated permasalahan terpecahkan. Adanya penambahan kapasitas dari 4 lajur menjadi 6 lajur mempengaruhi kelancaran keseluruhan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek,"kata Heru, Selasa (17/11/2020).

Heru menjelaskan, dengan beroperasinya jalan tol layang terjadi pendistribusian kapasitas di Jakarta-Cikampek, karena adanya pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat.

Hal itu memengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata, yang saat ini bisa dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, baik jarak jauh maupun jarak pendek.

Saat ini secara keseluruhan, Heru menambahkan, dari data terlihat V/C ratio yang menurun. Salah satunya di segmen Cikunir Bekasi Barat yang semula 1,0, saat ini hanya sekitar 0,7.

Tidak hanya itu, terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yang semula 0,8 menjadi 0,5.

“Dengan adanya penurunan V/C ratio ini, kami mencatat peningkatan kecepatan rata-rata dari 53 Km per jam menjadi 71 Km per jam di arah Cikampek. Sedangkan untuk arah Jakarta kecepatan meningkat dari 57 Km per jam menjadi 71 Km per jam juga," katanya.

Seiring dengan meningkatnya kecepatan kendaraan, terjadi pengurangan waktu tempuh.

Misalnya, dari Cikampek menuju Jakarta dari yang biasanya memakan waktu 77 menit, menjadi 60 menit.

Sedangkan dari Jakarta menuju Cikampek, yang biasanya memakan waktu 82 menit bahkan lebih, kini dapat ditempuh dalam waktu 61 menit.

Heru menggarisbawahi, manfaat yang diterima pengguna jalan atas maupun bawah adalah sama-sama perjalanan yang lebih efektif dan efisien.

Lebih murah

Selain itu, untuk pengguna jalan jarak jauh, yang seharusnya melakukan dua kali transaksi menjadi satu kali transaksi saja.

Selain itu tarifnya menjadi lebih murah, bila dibandingkan dengan tarif bila dioperasikan secara terpisah.

Secara hitung-hitungan matematika, tarif untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp 1.250 per kilometernya.

Artinya, pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (jarak jauh) untuk Golongan I harus membayar tarif sebesar Rp 47.500, ditambah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000. Maka total tarif untuk pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp 62.500.

Fasilitas

“Pertanyaan yang sering kami terima pada masa sosialisasi ini adalah, kenapa pengguna jalan yang tidak lewat atas harus terdampak perubahan tarif," kata Heru.

Heru menegaskan, tarif Tol Japek bawah memang naik, akan tetapi manfaat yang diterima pengguna jalan jarak dekat adalah distribusi lalu lintas lebih merata, sehingga kelancaran di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dapat dirasakan cukup signifikan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved