Wisata Selam

Asyik, Diver Sudah Boleh Menyelam Lagi. Tapi Perhatikan Protokol Kesehatannya ya

Protokol kesehatan usaha wisata akan lebih efektif mencegah penyebaran virus corona 2, bila setiap pemangku kepentingan disiplin menerapkannya.

kemenparekraf.go.id
Menyelam melihat bangkai kapal karam merupakan wisata minat khusus yang memiliki komunitas peminat cukup besar. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bukan rahasia lagi bahwa masyarakat yang hobi menyelam pasti sudah tak sabar pandemi Covid-19 berakhir.

Delapan bulan pandemi berjalan, masyarakat tak bisa bepergian dengan leluasa karena khawatir tertular atau membawa virus corona 2.

Khusus bagi pencinta diving masalahnya lebih rumit lagi, karena kegiatan ini bergantung sekali dengan alat bantu pernapasan.

Snorkel dan regulator, yang merupakan bagian dari peranti pernapasan, memiliki bagian yang harus dimasukkan ke mulut penggunanya.

Dengan sifat virus SARS-CoV-2 yang masuk lewat sistem pernapasan atas, maka kegiatan wisata selam memiliki risiko penularan yang cukup tinggi. Karena itu  jenis wisata ini masih belum beroperasi secara penuh.

Hanya saja, penantian para diver itu sepertinya akan berakhir, sebab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menerbitkan protokol kegiatan wisata selam, yang akan menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan bagi semua pemangku kepentingan, termasuk konsumen.

Dengan terbitnya protokol itu, operator kegiatan wisata selam memiliki panduan untuk menyelenggarakan usaha wisata yang higienis, aman dari penularan penyakit, dan tentunya memberi rasa tenang bagi konsumen.

Namun, protokol itu akan efektif bila ada kerja sama dari pihak konsumen, alias para wisatawan yang akan kembali menyelam itu.

Maka, sebelum mengepak pakaian dan berangkat ke sana, simak dulu protokol wisata selam dari Kemenparekraf ini:

Sehat

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved