Wisata Selam

Kemenparekraf Terbitkan Protokol Kegiatan Wisata Selam

Protokol kesehatan bagi sektor usaha wisata selam adalah strategi untuk memperoleh kepercayaan konsumen.

Editor: AC Pinkan Ulaan
kemenparekraf.go.id
Menyelam melihat bangkai kapal karam merupakan wisata minat khusus yang memiliki komunitas peminat cukup besar. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali titik menyelam (dive spot).

Menariknya lagi, setiap lokasi penyelaman itu memiliki atraksi yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan perasaan belum afdol di hati pehobi selam, bila ada tempat yang tak disambangi.

Meski begitu, kegiatan usaha wisata selam juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, wisatawan, tak terkecuali para diver, menuntut tempat yang bersih dan aman dari penyakit.

Karena itulah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat protokol kesehatan untuk industri wisata selam.

Sebagaimana dilansir dalam siaran pers Kemenparekraf, protokol kesehatan itu sudah sesuai dengan standar CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, & Environmental Sustainability), yang sedang digalakkan oleh Pemerintah.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event), Rizki Handayani, dalam acara "Sosialisasi Panduan CHSE & Market Updates Wisata Selam", Selasa (3/11/2020), mengatakan pandemi COVID-19 berdampak luar biasa terhadap sektor pariwisata, khususnya wisata selam.

Oleh karenanya, salah satu upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata adalah dengan menerapkan protokol CHSE.

Memberi rasa aman

"Panduan CHSE wisata selam ini salah satu strategi yang telah disusun bersama-sama, menjadi kesatuan yang penting dalam upaya memberikan rasa aman untuk melakukan wisata selam. Kita tahu diving ini sangat banyak berhubungan dengan mulut, jadi droplet itu banyak sekali. Maka dengan panduan ini bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman wisatawan untuk diving," ujar Rizki.

Protokol kesehatan di bidang usaha wisata selam yang diterbitkan ini merupakan panduan bagi pelaku, dan juga wisatawan saat melakukan aktivitas selam.

Penerapan protokol kesehatan tidak hanya memastikan kesiapan industri untuk bangkit, tapi juga meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Turis mancanegara

Rizki melanjutkan, wisatawan mancanegara telah siap datang kembali ke Indonesia, untuk menikmati wisata selam.

Maka dari itu, Indonesia harus mempersiapkan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha wisata selam di beberapa negara beberapa waktu lalu, bagaimana market di Eropa, Amerika, Australia, dan China. Dan mereka sebenarnya sudah siap untuk datang kembali ke Indonesia. Kami berharap ke depannya bisa dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan," ujar Rizki.

Masih sepi

Ketua Wisata Selam Indonesia (PUWSI)'>Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI), Ricky Soerapoetra, menjelaskan, pelaku usaha wisata selam di Indonesia hingga kini masih mengalami penurunan jumlah wisatawan.

“Berdasarkan survei per-April 2020 ada 102 usaha yang tidak beroperasi, dan 44 persen pekerja dirumahkan dengan tanggungan. Namun saya rasa angka ini akan bertambah atau mungkin sudah bertambah,” ujar Ricky.

Ricky berharap, para pelaku usaha wisata selam dapat bangkit dengan melakukan disiplin menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE khusus wisata selam.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved