New Normal

Tetap Sehat dan Aman ketika Mendaki Gunung di masa Pandemi Covid-19

Mendaki gunung yang aman dan sehat di masa pandemi Covid-19, menurut petunjuk pendaki senior Indonesia, Ripto Mulyono.

Warta Kota/AC Pingkan
Pemandang pagu di Kawah Gunung Ijen, Situbondo, Jawa Timur. 

Sejak dulu, petugas Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) di sejumlah taman nasional selalu mensyaratkan surat keterangan dokter saat pendaftaran pendakian.

Bahkan belakangan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan, di kaki gunung.

Bukan apa-apa, mendaki gunung memang membutuhkan kesehatan yang prima karena kegiatan ini menguras tenaga.

Bukan sekali dua kali ada kasus henti jantung di gunung, karena pendaki memaksakan diri terus mendaki walaupun sedang tidak sehat.

Ditambah lagi suhu udara di gunung yang dingin turut berpengaruh bagi tubuh manusia. Semakin lemah kondisi kesehatan seseorang, semakin besar pengaruh suhu udara tersebut.

Pernah mendengar kata hypothermia kan? Itulah kondidi saat tubuh manusia kehilangan panas tubuh dengan cepat.

Karena panas tubuh di bawah standar normal, maka sistem saraf dan organ tubuh terganggu sistem kerjanya. Jika tak segera ditangani akan menyebabkan gagal jantung dan kegagalan sistem pernapasan, dan menyebabkan kematian.

Di masa sekarang, pandemi Covid-19 juga harus menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk berwisata mendaki gunung.

Jaga jarak

Selain mengingatkan soal diperlukannya pemeriksaan Covid-19 sebelum mendaki gunung, Mul juga mengatakan agar pendaki gunung menjaga jarak fisikal dengan kelompok lain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved