Catat, Inilah Tanggal-Tanggal Cuti Bersama Tahun 2020

Inilah tanggal-tanggal yang ditetapkan Pemerintah sebagai waktu cuti bersama, yang bisa digunakan masyarakat untuk liburan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. Jasa Marga
Suasana arus kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama pada Minggu (16/8/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bukan hal yang aneh bila banyak warga Jakarta sudah kepingin ngacir berlibur ke luar kota.

Maklum, berbulan-bulan menahan diri dari keluar rumah, tidak jalan-jalan ke mal untuk cuci mata, bahkan bekerja saja dilakukan dari rumah.

Hari-hari penuh pengendalian diri itu tampaknya sudah berakhir, sebab Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah mengizinkan masyarakat melakukan liburan ke luar kota.

Tentu saja dengan syarat, melakukan protokol kesehatan sebagai bentuk kenormalan baru, agar tidak tertular Covid-19, atau menularkan penyakit itu.

Cuti bersama

Izin itu tercermin dari keluarnya keputusan baru soal cuti bersama tahun 2020, Selasa (18/8).

Lewat Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020, tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2020, diumumkan tanggal-tanggal cuti bersama pada tahun ini.

Di sana disebutkan bahwa Jumat 21 Agustus 2020 ditetapkan sebagai cuti bersama, mengikuti libur nasional Tahun Baru Islam 1442 Hijriah.

Cuti bersama berikutnya adalah tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, yang jatuh pada hari Rabu dan Jumat.

Cuti itu berkaitan dengan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lalu ada cuti bersama Hari Raya Natal pada tanggal 24 Desember 2020, dilanjutkan cuti bersama tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember 2020, yang merupakan pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Menariknya lagi, cuti bersama tersebut tak mengurangi hak cuti tahunan pegawai dan aparatur sipil negara (PNS/ASN).

Pemulihan ekonomi

Memang, Keppres Nomor 17 Tahun 2020 ini untuk mengatur cuti bersama PNS dan ASN. Namun bisa pula menjadi acuan sebagai hari libur yang "direstui" oleh Pemerintah.

Pemerintah RI bahkan berharap masyarakat mulai berlibur lagi, terutama ke destinasi-destinasi domestik, untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat daerah wisata.

Masyarakat di daerah tujuan wisata memang sangat terdampak dengan pandemi Covid-19, karena nafkah mereka mati akibat tak ada pelancong yang datang.

Gerakan untuk berwisata domestik ini bahkan disampaikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo, dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR pada 14 Agustus 2020.

Presiden mengatakan di sana, pariwisata akan menjadi penggerak untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Maka pemulihan sektor pariwisata akan menjadi program utama Pemerintah RI di tahun 2021.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved