Wisata Sepeda

Dengan Rp 8 Juta, Iwan Sunter Bersepeda di Annapurna Circuit

Bermodalkan Rp 8 juta, Iwan Budiyanto mencapai puncak Thorlong La di ketinggian 5.416 meter dari permukaan laut, dengan sepeda.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. pribadi
Di Puncak Thorong La, di antara gunung-gunung besar di nnapurna Circuit, Nepal. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Jalan-jalan ke luar negeri sepertinya masih sulit diwujudkan warga
Indonesia pada tahun ini, karena kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Meski begitu, tahun ini bisa dipakai untuk meracik rencana jalan-jalan
yang sudah Anda idam-idamkan, sehingga matang dan tinggal ekseskusi.

Pengalaman Iwan Budiyanto ini mungkin juga bisa menjadi inspirasi, dalam
mematangkan rencana itu.

Dunia petualangan Indonesia tak pernah kekurangan sosok inspiratif, dengan
kegiatan yang dilakukannya di alam terbuka.

Salah satu sosok itu adalah Iwan Budiyanto (48), yang akrab dikenal dengan
julukan Iwan Sunter.

Sekitar dua tahun lalu Iwan menyelesaikan perjalanan fenomenal bersepeda
mendaki Thorong La (5.416m).

Celah gunung tertinggi di Annapurna Circuit itu selama ini sering didaki
wisatawan yang ingin mencicipi jalur pendakian di Pegunungan Himalaya.

Sejumlah event bersepeda ekstrem juga rutin digelar di jalur itu.

Namun, sejauh yang dapat dijangkau informasinya, belum ada pesepeda
Indonesia yang melintas dengan sepeda di jalur itu.

Tim Warkot Gowes kali ini, mengunjungi Iwan Sunter di tempat tinggal di
dekat Pasar Bambu Kuning, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2020).

Saya bersepeda dari Kebayoran Lama dan bertemu Ote di kawasan Sunter.

Hari itu Ote memilih naik KRL dari Stasiun Pondokcina menuju Stasiun
Rajawali, lalu bersepeda ke Pasar Bambu Kuning.

Kami kemudian menyusuri jalan-jalan kecil di lingkungan pasar tradisional
dekat Danau Sunter, untuk menemui Iwan.

Dia memang anak kampung situ, karena sejak lahir hingga kawin dan punya
anak satu menetap di situ.

Saat kami datang menjelang sore, dia masih sibuk bekerja bongkar muat
barang.

Menurunkan barang dari truk dan memindahkannya ke gerobak untuk diangkut
ke toko-toko yang ada di pasar. Begitulah keseharian Iwan Sunter yang kami
saksikan.

Tak berselang lama, tugasnya selesai. Di samping gerobaknya, di pinggir
jalan, kami gelar kardus dan mendengar dia bercerita tentang perjalanannya
yang mengasyikan itu.

Iwan adalah sosok sederhana yang penuh rasa ingin tahu. Gerakannya juga
gesit.

Di sela obrolan datang truk atau mobil boks pengangkut barang, dengan
sigap Iwan berdiri dan mengatur parkir mobil itu.

Kemudian dia bekerja lagi menurunkan bawaan mobil itu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved