New Normal

CLM Memiliki Batas Masa Berlaku, Harus Membuat yang Baru Bila Kadaluwarsa

Corona likelihood metric (CLM) sebagai pengganti SIKM, mempunyai masa berlaku terbatas.

Warta Kota/Angga Baghya N
Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, tampak sepi dari hari biasanya, Minggu (26/4/2020). PT KAI Daop 1 mulai Jumat (24/4/2020) tidak mengoperasikan Kereta Api Jarak jauh dan Lokal. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Keluar masuk wilayah DKI Jakarta menjadi lebih mudah, bagi masyarakat yang berdomisili di luar wilayah Bodetabek, setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus syarat surat izin keluar masuk (SIKM).

Masyarakat yang akan datang cukup melapor lewat aplikasi corona likelihood metric (CLM), yang bisa ditemukan di laman rapidtest-corona.jakarta.go.id.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah masa berlaku CLM itu, yang hanya tujuh hari.

Setelah masa berlakunya habis, warga luar Bodetabek yang ingin masuk Jakarta maupun arah sebaliknya harus mengisi kembali layanan.

“Masa berlakunya tujuh hari, jadi kami mengimbau kepada warga untuk melakukan update (memperbarui),” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Rabu (15/7/2020).

Syafrin mengatakan, pemohon CLM yang terindikasi Covid-19 berdasarkan penilaian dari mesin aplikasi itu, akan direkomendasikan melakukan tes.

Mesin tersebut secara otomatis memberikan jadwal dan tempat tes kesehatan, sehingga mereka dapat dilayani dengan baik.

Menurut Syafrin, aplikasi CLM dapat memudahkan pemerintah daerah memantau pergerakan manusia yang akan masuk Ibu Kota.

Di sisi lain, melalui CLM ini pemerintah daerah dapat memastikan bahwa pemohon dapat bebas dari Covid-19.

“Jika skornya di atas passing grade (batas nilai minimal) yang ditetapkan, mereka bisa bepergian. Namun, jika skornya di bawah passing grade, otomatis warga tersebut direkomendasikan untuk melakukan tes,” ujar Syafrin.

“Kami minta warga yang direkomendasikan melakukan tes lanjutan janganmelakukan perjalanan dulu. Lakukan tes, setelah mendapat hasil tes negatif, silakan melakukan perjalanan. Atau jika positif, tentu ada treatment tertentu. Apakah karantina mandiri, atau nanti sesuai rekomendasi dokter pada saat dilakukan tes,” tandasnya. (Fajar Al Fajri)

Aturan SIKM DKI Jakarta Dihapus, Berkunjung ke Jakarta Menjadi Lebih Mudah

Buperta Cibubur Ternyata Punya Hutan dengan Jalur Sepeda XC yang Asyik

PT KAI Jalankan Lagi 5 Perjalanan Jarak Jauh Setiap Akhir Pekan

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved