New Normal

Tarif Rapid Test di 8 Bandara ini Rp 85.000

Tarif Rapid Test di 8 bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports hanya Rp 85.000.

Editor: AC Pinkan Ulaan
ap1.co.id
Layanan rapid test di bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Memiliki surat keterangan sehat, berbasiskan hasil pemeriksaan rapid test atau tes polymerase chain reaction (PCR), menjadi syarat mutlak bepergian di masa pandemi Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 menetapkan masa berlaku 14 hari untuk kedua surat keterangan itu.

Nmaun, jika Anda harus bepergian secara mendadak, maka tersedia fasilitas pemeriksaan rapid test di bandara dan stasiun kereta api.

Bahkan, menurut siaran pers dari Angkasa Pura, selaku pengelola beberapa bandara di Indonesia, harga rapid test di 8 bandara hanya Rp 85.000.

Harga tersebut diturunkan pada pertengahan September lalu, dari yang tadinya di kisaran Rp 150.000 sampai Rp 200.000.

Hal ini dilakukan untuk semakin memudahkan para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan udara.

Adapun 8 bandara tersebut adalah:
1. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
2. Bandara Juanda Surabaya.
3. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
4. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
5. Bandara Internasional Yogyakarta.
6. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
7. Bandara Adi Soemarmo Solo.
8. Bandara Sentani Jayapura.

"Penurunan biaya rapid test di 8 bandara Angkasa Pura Airports bertujuan untuk mengurangi beban biaya perjalanan udara, sehingga semakin memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru," ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Faik Fahmi.

Angkasa Pura Support

Layanan rapid test di bandara Angkasa Pura Airports telah disediakan sejak akhir Juli lalu, bekerja sama dengan berbagai klinik setempat.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui salah satu anak perusahaan, yakni Angkasa Pura Supports.

Angkasa Pura Airports senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, di lokasi pelayanan rapid test di tiap bandara ini.

Para petugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, lalu menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung.

Selain itu, area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.

Tidak hanya para petugas yang wajib menaati protokol kesehatan, begitu juga calon peserta rapid test.

Para calon peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pemeriksaan.

Penggunaan masker dan penerapan pembatasan jarak fisik (physical distancing) juga dilakukan di area ini.

Selanjutnya calon peserta melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas, dan mengisi formulir yang sudah disediakan.

Setelah itu para peserta rapid test dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter dan pengambilan sampel darah.

Setelah selesai menjalani tes, para peserta diharap tetap berada di ruang tunggu sampai hasil rapid test keluar. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved