Sejumlah Objek Wisata di Depok Masih Tutup karena Perpanjangan Masa PPKM Level 3

Destinasi wisata di Kota Depok masih tutup sampai 4 Oktober 2021, seturut Surat Keputusan Wali Kota Depok.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/pemkotdepok
Situ-situ di Kota Depok akan direvitalisasi, untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Keterangan foto: (ilustrasi) Kegiatan membersihkan sampah di Situ Cilodong pada Minggu (19/9/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kota Depok tidak mau gegabah dalam hal penularan Covid-19, sehingga belum juga mengizinkan tempat wisata lokal beroperasi.

Meski kini jumlah penderita penyakit ini sudah berkurang, namun jangan sampai angkanya meninggi lagi karena aktivitas wisata "balas dendam".

Istilah wisata balas dendam sedang ramai belakangan ini, dan ditujukan kepada orang-orang yang langsung pergi ke tempat wisata begitu masyarakat boleh berkunjung ke tempat wisata lagi.

Christine, Kepala Seksi Pengembangan Destinasi dan Industri Usaha Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Depok.
Christine, Kepala Seksi Pengembangan Destinasi dan Industri Usaha Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Depok. (Warta Kota/Mochammad Dipa)

 

Alhasil tempat wisata langsung ramai, dan jalan menuju ke sana menjadi padat.

Perpanjang sampai 4 Oktober 2021

Menghadapi perilaku seperti itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Covid-19, dari 21 September hingga 4 Oktober 2021.
Kebijakan baru ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomor 443/414/Kpts/Satgas/Huk/2021, tentang Perpanjangan Keempat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Corona Virus Disease 2019 yang diterbitkan pada 21 September 2021.

Berdasarkan SK Kepwal tersebut, objek wisata di wilayah Kota Depok masih tutup, setidaknya sampai 4 Oktober besok.

Kepala Seksi Pengembangan Destinasi dan Industri Usaha Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Depok, Christine mengatakan, sampai saat ini kegiatan pariwisata di Kota Depok masih berpedoman kepada SK Kepwal tersebut.

"Bahwa memang kepariwisataan di Depok itu bergantung kepada peraturan Wali Kota yang berlaku karena dari pusat aturannya berubah setiap minggu, dan Alhamdulillahnya sudah ada kelonggaran," ucap Christine kepada Warta Kota pada Jumat (24/9).

Menurut Christine, destinasi seperti arena bermain anak, eduwisata, dan ekowisata belum bisa dibuka.

"Yang baru bisa dibuka itu bioskop dengan kapasitas 50 persen, menggunakan aplikasi peduli lindungi dan menjalankan prokes ketat," katanya.

Christine juga menyatakan bahwa destinasi wisata alam, seperti setu, juga belum boleh dibuka.

Dia berharap ke depannya akan ada kelonggaran untuk pembukaan destinasi wisata, termasuk wisata alam seperti setu.

"Mudah-mudahan nanti minggu depan semakin dilonggarkan, selaras dengan percepatan vaksinasi, dan semakin banyak jumlah warga yang divaksinasi, dan tingkat positif Covid-19 yang semakin melandai," katanya.

Revitalisasi setu

Sementara wisata setu masih ditutup, Disporyata bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah melakukan revitalisasi di beberapa setu. Misalnya Setu Rawa Kalong dan Setu Rawa Besar.

"Kedua setu itu sudah ditata dan mendapatkan bantuan dari DKI Jakarta dan juga dari PUPR pusat, juga dari Propinsi," kata Christine.

Selanjutnya ada dua setu lagi yang direvitalisasi, yakni Setu Cilodong dan Setu Tipar.

Untuk Setu Cilodong seharusnya dilaksanakan tahun ini, karena sudah direncanakanpada 2020 dan 2021 yang desainnya luar biasa.

"Lalu Setu Tipar juga akan mendapatkan bantuan revitalisasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," tandas Christine. (Mochammad Dipa)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved