Asyik, GeNose C19 akan Digunakan di Bandara. Uji Coba di Bandara Internasional Yogyakarta

Pemeriksaan GeNose C19 akan menjadi opsi dokumen perjalanan wajib bagi penumpang pesawat udara. Uji coba dilakukan di YIA.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta kota/Joko Supriyanto
Hasil pemeriksaan GeNose C19 akan bisa digunakan sebagai dokumen kesehatan wajib penumpang pesawat udara. Keterangan foto: Sejumlah calon penumpang kereta api jarak jauh melakukan tes GeNose C19 di Stasiun Pasarsenen Jakarta, Jumat (5/2/2021), agar diperbolehkan naik ke kereta api. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kabar baik nih bagi para pencinta jalan-jalan. Alat deteksi Covid-19, GeNose C19 akan digunakan juga di bandara udara (bandara).

Dengan begitu, masyarakat memiliki opsi tes Covid-19 yang lebih terjangkau harganya.

Setelah sukses digunakan di stasiun kereta api dan terminal bus, GeNose C19 kini akan digunakan juga di bandar udara.

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akan menjadi bandara pertama yang menggunakan alat deteksi virus corona 2, karya para ilmuwan di FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Percobaan

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, memastikan YIA yang terletak di Kulon Progo itu siap menjadi bandara percobaan, untuk pelaksanaan uji coba penggunaan GeNose C19.

Angkasa Pura I saat ini tengah melakukan persiapan uji coba penggunaan GeNose C19, sesuai Surat Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara nomor AU.201/4/12/DJPU.DKP-2021, perihal persiapan dan percobaan penggunaan peralatan GeNose C19.

Di sana memang tertulis bahwa pada tahap uji coba ini, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, akan dijadikan bandara percobaan pelaksanaan uji coba penggunaan GeNose C19.

"Angkasa Pura I sangat menyambut baik, rencana penggunaan alat tes Covid-19 GeNose C19 di bandara pada 1 April mendatang," kata Faik Fahmi dalam siara pers yang dikirimkan, Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan, kehadiran GeNose C19 diharapkan mampu menumbuhkan optimisme di sektor aviasi.

Ditambah lagi, layanan tes Covid-19 ini memiliki harga terjangkau dan berpotensi meningkatkan trafik penumpang pesawat udara.

"Hal ini merupakan sentimen positif bagi sektor aviasi, di mana layanan tes Covid-19 dengan harga terjangkau berpotensi meningkatkan trafik penumpang pesawat udara," tambah Faik.

Proses persiapan

Pada fase persiapan ini, Angkasa Pura I akan berkoordinasi dengan pihak penyedia alat GeNose C19 untuk meyediakan 40 alat GeNose C19, menyiapkan area lokasi layanan GeNose C19 di YIA, menyiapkan prosedur alur pemeriksaan, dan kemudian melakukan simulasi pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose C19 pada minggu ketiga Maret 2021.

Pada tahap awal, layanan tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 akan diimplementasikan pada YIA dan secara bertahap akan diterapkan di seluruh bandara Angkasa Pura I.

Layanan GeNose C-19 di bandara Angkasa Pura I dikhususkan bagi masyarakat yang sudah memiliki tiket penerbangan.

"Dengan adanya layanan GeNose C19 di bandara, akan menambah pilihan layanan tes Covid-19 selain swab antigen dan PCR," tandas Faik Fahmi.

Belum ada regulasinya

Seperti sudah disebutkan di atas, hasil pemeriksaan GeNose C19 sebagai sayarat bepergian penumpang pesawat udara baru diberlakukan pada April 2021.

Regulasi protokol kesehatan soal itu pun belum diterbitkan, sehingga protokol kesehatan yang digunakan masih mengacu kepada Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021.

Dengan begitu, saat ini dokumen kesehatan yang berlaku masih hasil pemeriksaan PCR dan rapid antigen ya. Tentu saja dengan hasil negatif. (*/Bambang Ismoyo)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved