Promo

Santika Premiere Bintaro Sajikan Menu Manis dan Merah di Bulan Februari 2021

Valentine's Day layak dirayakan dengan penganan dan minuman yang manis dan bernuansa merah.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Santika Premiere Bintaro
Kembang Sepatoe Restaurant di Hotel Santika Premiere Bintaro menawarkan dessert dan minuman bernuansa merah di bulan Februari 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Entah kenapa, warna merah dan merah muda juga diasosiasikan dengan Hari Kasih Sayang atau Valentine's Day, yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari.

Bisa jadi karena merah adalah warna bunga mawar, dan bunga ini memang memiliki nilai romantis melebihi bunga-bunga lainnya.

Atau bisa juga merah identik dengan warna lambang hati (heart), dan cinta selalu dilambangkan dengan simbol hati ini.

Nah, di bulan Februari ini Hotel Santika Premiere Bintaro menawarkan dua penganan penutup mulut dan sebuah minuman mocktail yang bernuansa merah, sehingga cocok disantap pada Hari Kasih Sayang yang jatuh pada hari Minggu besok.

Apalagi penganan dan minuman itu rasanya manis, semanis cinta yang tengah berkembang...eaa...

Dua penganan dessert itu adalah Red Velvet Cake dan Pudding Silky Lychee. Sementara minumannya diberi judul La Vie en Rose. Ketiganya bisa diperoleh secara a la carte di Kembang Sepatoe Restaurant.

Red Velvet Cake

Red Velvet Cake, cake merah yang manis dan bertekstur mewah, di Kembang Sepatoe Restaurant.
Red Velvet Cake, cake merah yang manis dan bertekstur mewah, di Kembang Sepatoe Restaurant. (Istimewa/Santika Premiere Bintaro)

Red Velvet Cake sudah pasti warnanya merah, dengan frosting putih di topping dan di antara lapisannya.

Di atas topping di-topping lagi dengan remah-remah, atau disebut crumb, dan dihias dengan pelat cokelat hitam dan buah stroberi segar.

Ketika saya mencoba cake yang lahir di New York ini, rasa manis langsung memenuhi mulut saya dan memberikan rasa senang. Ya itulah efek yang diberikan rasa manis, merangsang hormon bahagia manusia dengan seketika.

Di sela-sela rasa manis, saya juga merasakan bersitan rasa asam yang segar, yang menurut saya mengimbangi rasa manisnya.

Sementara tekstur yang saya rasakan dari cake ini adalah lembut, moist, dan ada sensasi creamy.

Hal ini tak mengherankan, sebab menurut Faisal Reza, Chef Hotel Santika Premiere Bintaro, timnya memilih menggunakan keju mascarpone daripada cream chese, sebagai bahan baku frosting di cake bersusun tiga ini.

Keju asal Italia itu memang memiliki rasa masam yang segar, dengan tekstur creamy yang memanjakan lidah.

Satu porsi Red Velvet Cake dibanderol dengan harga Rp 50.000, dan ukurannya cukup besar bagi sepasang kekasih yang ingin makan sepiring berdua.

Pudding Silky Lychee

Pudding Silky Lychee yang manis dan cantik di Kembang Sepatoe Restaurant, Hotel Santika Premiere Bintaro.
Pudding Silky Lychee yang manis dan cantik di Kembang Sepatoe Restaurant, Hotel Santika Premiere Bintaro. (Istimewa/Santika Premiere Bintaro)

Sementara Pudding Silky Lychee, seperti namanya, adalah pudding rasa leci. Penganan seperti agar-agar ini disajikan dalam gelas Margarita.

Meskipun pudding ini didominasi warna putih, namun di bagian atas ada aksen warna merah muda dari parutan silky pudding berwarna pink. Selain itu disertakan pula 3 buah leci yang manis-manis asam.

Pudding yang berwarna putih bertekstur padat, sementara pudding merah muda lebih lembut. Rasanya manis sekali. Beruntung ada buah leci yang memberikan sedikit rasa masam.

Satu porsi Pudding Silky Lychee dijual dengan harga Rp 40.000, dan porsinya yang besar sangat mendukung aksi romantis segelas berdua.

La Vie en Rose

La Vie en Rose, mocktail segar peroaduan jus stroberi, lime juice, dan daun mint.
La Vie en Rose, mocktail segar peroaduan jus stroberi, lime juice, dan daun mint. (Warta Kota/AC Pingkan)

Untuk minuman yang romantis, Santika Premiere Bintaro menawarkan mocktail La Vie en Rose.

Di sini bartender meracik jus stroberi dengan air jeruk nipis (lime juice), lalu memasukkan daun mint untuk menambah kesegarannya.

Hasilnya adalah minuman manis kecut segar, yang bisa dinikmati kala siang dan sore sebagai pelepas dahaga.

Dari segi penampilannya, sudah tepat mocktail ini diberi nama La Vie en Rose, karena setelah diaduk akan muncul warna merah muda yang menggoda.

Untuk informasi La Vie en Rose itu adalah lagu Prancis tahun 1940-an yang dinyanyikan Edith Piaf. Kemudian Louis Armstrong meluncurkan lagi dalam bahasa Inggris.

Secara harafiah, La Vie en Rose berarti kehidupan merah muda.

Lagu ini, terutama yang versi Louis Armstrong, memiliki nada dan syair yang sangat romantis, serta tak lekang oleh zaman. Cocok dipakai berdansa bersama pasangan.

Mocktail La Vie en Rose bisa diperoleh dengan harga Rp 50.000/gelas.

Ketiga sajian penutup mulut ini sangat cocok untuk menambah suasana romantis di Valentine's Day.

Faisal Reza mengungkapkan, saat dia dan timnya menyusun menu andalan bulan Februari, mereka memang memanfaatkan momen Valentine's Day dan Hari Raya Imlek sehingga lahirlah menu serba merah itu.

Dengan kata lain, penganan dan minuman itu juga cocok sebagai santapan untuk merayakan datangnya Tahun Baru Imlek.

Selain menikmati dessert dan minuman bernuansa merah, pengunjung Kembang Sepatoe Restaurant juga dapat memilih hidangan utama. Masak romantic lunch atau romantic dinner cuma makan kue dan minum saja.

Untuk bulan Februari ini timnya Chef Faisal Reza menyajikan Dendeng Batokok dan Chicken Galantine sebagai menu Februari.

Dendeng Batokok

Dendeng Batokok, kuliner Minang yang selalu memuaskan lidah banyak orang. Tersaji di Kembang Sepatoe Restaurant.
Dendeng Batokok, kuliner Minang yang selalu memuaskan lidah banyak orang. Tersaji di Kembang Sepatoe Restaurant. (Istimewa/Santika Premiere Bintaro)

Menurut Reza, untuk dendengnya dia merebus daging dengan segala bumbu sehingga empuk, setelah itu ditumbuk sampai sedikit pipih. Sebelum disajikan daging digoreng sebentar. Karena itu dendeng yang dihasilkan masih kenyal dan bumbunya sangat terasa

Ciri khas Dendeng Batokok adalah sambalnya berwarna hijau. Untuk sambalnya ini, tim dapur Kembang Sepatoe Restaurant baru membuat sambal tersebut saat pesanan datang.

Dalam seporsi Dendeng Batokok, selain masakan dendengnya sendiri dan nasi, ada pula pecok sayur dan lalapan yang terdiri dari timun, daun slada, kol, dan tomat. Menu ini dihargai Rp 90.000/porsi.

Ketika saya menyuap potongan dendeng dan nasi, rasa pedas langsung menyentak lidah, diikuti rasa rempah-rempah khas Minang, dan gurih minyak kelapa. Perpaduannya membuat ketagihan.

Pengunjung yang tidak terlalu suka pedas bisa meminta agar kadar pedasnya dikurangi, ketika melakukan pemesanan.

Chicken Galantine

Chicken Galantine, kuliner Prancis di Kembang Sepatoe Restaurant. Menu ini cocok untuk mereka yang sedang diet rendah lemak.
Chicken Galantine, kuliner Prancis di Kembang Sepatoe Restaurant. Menu ini cocok untuk mereka yang sedang diet rendah lemak. (Istimewa/Santika Premiere Bintaro)

Menu utama kedua adalah Chicken Galantine, yakni kuliner Prancis dengan tampilan seperti bolu gulung. Maksudnya, daging ayamnya dihaluskan dan digulung.

Dalam satu porsi terdapat dua gulung Galantine, yang menurut Reza memiliki total berat 150 gram. Sudah pasti membuat kenyang.

Tekstur Chicken Galantine ini sangat padat, sebab selain daging ayam di dalamnya ada pula wortel dan kacang polong yang diiris dadu yang sangat tipis, atau brunoise.

Daging ayam gulung ini dipanggang lalu disajikan dengan demi-glace sauce yang gurih, sayuran yang ditumis, dan kentang goreng.

Menurut Reza, timnya menumis sayuran dengan minyak bawang putih, yang memberikan rasa lebih enak kepada brokoli, kembang kol, dan wortel.

Metode memasak dengan panggang dan tumis, serta sedikit goreng, membuat Chicken Galantine ini cukup sehat bagi orang-orang yang sedang mengurangi lemak buruk.

Bahkan Reza menjamin timnya siap mengganti kentang goreng dengan menu kentang yang tanpa goreng, sesuai permintaan tamu.

Chicken Galantine ini dibanderol dengan harga Rp 80.000.

Kelima menu Februari ini tersedia sampai tanggal 28 Februari nanti. Bisa dipesan untuk makan siang atau makan malam.

Protokol kesehatan

Berhubung saat ini Pemerintah sedang memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, maka Kembang Sepatoe Restaurant hanya beroperasi sampai pukul 20.00 tiap harinya.

Restoran ini dan Hotel Santika Premiere Bintaro menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya adalah membersihkan meja dengan disinfektan setiap kali selesai digunakan oleh tamu.

Selain itu, penyemprotan ruangan disinfektan dilakukan dua kali sehari, untuk memastikan tak ada virus yang bertahan di sana.

Setiap kali memasuki area restoran, tamu diperiksa suhu tubuhnya, dan mencuci tangan dengan disinfektan.

Padahal untuk masuk ke hotel saja sudah melalui pemeriksaan sesuai protokol kesehatan yang dagariskan Kementerian Kesehatan.

"Harapan terbesar kami untuk Bapak dan Ibu agar tetap selalu menjaga kesehatan, dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dan senantisasa selalu menjadi pelanggan setia Hotel Santika Premiere Bintaro," ujar Ali Syukron, General Manager Hotel Santika Premiere Bintaro.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved