Kereta Api

Catat, PT KAI Tidak Menerima Hasil Rapid Test dari Tiga Klinik di Sekitar Stasiun Pasarsenen

Hasil rapid test antibodi dari tiga klinik di sekitar Stasiun Pasarsenen tak bisa digunakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro , menjelaskan bahwa Stasiun Pasarsenen tidak menerima surat hasil pemeriksaan rapid test antibodi, yang dikeluarkan tiga klini di sekitar Stasiun Pasarsenen . 

Sedangkan di hari Sabtu (20/12/2020) sampai pukul 08.00, ada 18.700 penumpang dari 72 perjalanan.

Modus operandi

Sementara itu, setelah menangkap tiga penjual surat hasil rapid test abal-abal, polisi sudah mengantongi nama tiga klinik yang dipakai ketiga calo itu.

"Terkait klinik masih kami dalami, jadi belum dapat kami ungkap. Nanti kabur pelakunya. Jadi disini kami tangkap calonya dulu," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, Minggu (20/12/2020).

Modus operandi para calo ini, kata Heru, untuk sementara ini diduga menawarkan jasa pembuatan rapid test dalam waktu singkat.

Para calo memanfaatkan situasi Stasiun Pasarsenen yang ramai, sehingga kerap terjadi antrean di fasilitas rapid test.

Jasa calo itu, menurut Heru, terhitung jauh lebih mahal dibanding jasa rapid test di stasiun.

Jasa ojek sebesar Rp 50.000 untuk mengantarkan ke klinik rapid test. Sementara jasa rapid test dibandrol Rp 95.000.

"Ongkos bolak-balik stasiun ke klinik itu Rp 50.000, dan harga rapid test Rp 95.000," kata Heru.

Biasanya para calo menyasar penumpang yang tidak sabar mengantre rapid test resmi di Stasiun Pasarsenen.

Pihak kepolisian masih mencari unsur pidana ketiga calo ini, sehingga ketiga calo itu belum berstatus tersangka.

Diduga surat-surat rapid test yang dibuat itu palsu, sehingga polisi masih mendalami kemungkinan unsur pidana pemalsuan surat rapid test.

"Sejak diwajibkan rapid itu mereka cari celah penumpang yang tidak sabar antre. Jadi mereka menawarkan ke tempat bisa rapid di sekitar stasiun," ujar Heru.

Polisi imbau agar penumpang kereta dapat berangkat lebih awal ke stasiun, atau mempersiapkan surat rapid test dari klinik resmi sebelum berpergian dengan kereta api.

"Jangan sampai karena jasa pelaku, penumpang malah membawa virus Covid-19 ke kampung halamannya," katanya.

Pihak polisi juga berjanji akan mengawasi stasiun-stasiun, untuk mencegah para calo beraksi.

Diketahui sebelumnya calo marak di depan Stasiun Senen usai kebijakan rapid test diberlakukan.

Para calo itu menawarkan jasa pembuatan surat keterangan bebas influenza sebagai pengganti rapid test yang harganya lebih mahal dan memerlukan waktu. (Desi Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved