Wisata Sepeda

Bersepeda Menyusuri Salak Loop 2: Bertemu Mansur, Satu-satunya Pemuda Cikidang yang Bersepeda

Bertemu teman dan hujan deras yang menguji mental mewarnai perjalanan sejauh 226 km mengelilingi kaki Gunung Salak.

Warta Kota/M Agung Pribadi
Pohon-pohon tinggi dan rindang meneduhi jalan menuju Cianten. 

Lupa foto

Hujan turun menggantikan terik mentari, yang sebelumnya menemani kami mendaki sampai kawasan ini. Basuhan air dari langit terasa menyegarkan sekali.

Lepas dari kebun teh, kami pindah punggungan besar. Kini di sebelah kanan terhampar pemandangan lepas ke arah Gunung Halimun yang berlapis-lapis.

Fadrian menikmati desau angin dan tanjakan.
Fadrian menikmati desau angin dan tanjakan. (Warta Kota/M Agung Pribadi)

Setelah pindah punggungan, jalan mendaki berpagar tebing di sebelah kiri dan jurang di sebelah kanan.

Semua sibuk menekuni tanjakan hingga lupa melihat sekeliling.

Saya sudah ingatkan untuk melihat sekeliling, menikmati perjalanan jarak jauh di suatu kawasan.

Jalanan menikung berpagar besi di atas lereng itu merupakan salah satu titik paling tepat, untuk menikmati indahnya pemandangan gunung yang mengampar luas dari ketinggian. Terlalu sayang untuk dilewatkan.

“Wah, sepertinya harus kembali ke sini lagi untuk berhenti di titik itu,” tutur Fadrian, yang terlihat menyesal melewatkan titik itu tanpa berhenti dan berfoto.

Hujan deras kini mengguyur bumi. Kami meluncur menembus angin dingin yang menerpa baju yang basah kuyup.

Dua tanjakan di Gunung Kendeng menutup pendakian si tengah hujan hari itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved