Wisata Sepeda

Perjalanan Iwan Sunter di Himalaya: Dikagumi Orang Rusia dan Kangen Suara Azan

Meski hanya bekerja sebagai kuli pasar, Iwan Sunter berhasil mewujudkan mimpinya bersepeda di Himalaya.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. pribadi
Iwan Budiyanto di puncak Thorong La, titik tertinggi di Bumi yang bisa dicapai menggunakan sepeda, pada 23 April 2018. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Seorang petualang sejati pasti akan mencari jalan untuk mewujudkan impiannya.

Ini bisa dilihat dari semangat Iwan Budiyanto, atau lebih dikenal sebagai Iwan Sunter, seorang kuli panggul pasar yang berhasil mewujudkan mimpinya bersepeda di kawasan Himalaya.

Tim Warkot Gowes menemui Iwan Sunter untuk kedua kalinya, Jumat (24/7/2020) sore.

Dengan sepeda masing-masing kami berangkat dari rumah dan bertemu di Pasar Bambu Kuning, Sunter, Jakarta Utara.

Saat kami datang Iwan tengah bersantai, tiduran di gerobaknya sambil main handphone (hp).
Gerobak panjang yang sehari-hari menjadi tumpuannya mencari nafkah itu juga berfungsi sebagai tempat istirahat.

“Lagi santai sambil nunggu dua lagi truk yang mau datang, tapi dari tadi belum sampai,” tutur Iwan sambil bangun keluar dari gerobak.

Sama seperti kemarin, dia langsung mengeluarkan potongan kardus di gerobak dan menggelarnya di pinggir Jalan Bambu Kuning yang sempit.

Di situlah kami ngobrol ngalor ngidul tentang penjelajahannya, di sela lalu lalang kendaraan dan orang menuju pasar.

Teman di medsos

Iwan melanjutkan kisah perjalanannya bersepeda di kawasan Annapurna Circuit di Pegunungan Himalaya, Nepal.

Dari Pokhara, dia bersepeda ditemani dua warga Kathmandu, yang dikenalnya lewat chatting dalam masa persiapan. Salah satunya adalah Raju, yang menyediakan rumahnya untuk tempat menginap selama di Kathmandu.

Mereka lalu berpisah di pertiggaan di Dubrek. Kedua kawan itu kembali ke Kathmandu dan Iwan bersepeda seorang diri menuju Besisahar, Manang, dan seterusnya.

Jalan masih lumayan kondisinya, masih dapat ditempuh dengan mengayuh sepeda.

Jalan terbagi dua, antara untuk pejalan kaki dan jalur kendaraan yang dipisahkan sebuah sungai.

Iwan mengayuh sepeda di jalur kendaraan yang hanya dapat dilintasi kendaraan off road.

Jalan rusak itu masih dapat dilalui sepeda dengan cara dikayuh. Ransel berisi barang seberat 15kg diikat di rak belakang.

Spesifikasi sepeda

Dalam penjelajahan ini Iwan memakai sepeda Polygon Extrada 2.0 keluaran 2010. Sepeda itu dinamainya Coni, nama salah satu mantan pacar, setelah Iwan bercerai dengan istrinya.

Sepeda itu dilengkapi suspensi depan dan groupset standar Shimano Acera dengan 8 persepatan.

Sebelum berangkat, sproket belakang yang sudah pada rompal diganti dengan sproket 11-34t. Hanya itu part yang diganti, lainnya tetap standar.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved