Wisata Sepeda

Bersepeda Menyusuri Salak Loop 2: Bertemu Mansur, Satu-satunya Pemuda Cikidang yang Bersepeda

Bertemu teman dan hujan deras yang menguji mental mewarnai perjalanan sejauh 226 km mengelilingi kaki Gunung Salak.

Warta Kota/M Agung Pribadi
Pohon-pohon tinggi dan rindang meneduhi jalan menuju Cianten. 

Warung Mang Ujang

Kami melanjutkan perjalanan mendaki hingga batas Perkebunan Teh Cianten. Sudah pukul 11.30 saat kami tiba di warung Mang Ujang.

Warung yang terletak di tikungan batas antara kebun teh dan hutan itu memang terkenal sebagai tempat istirahat, di kalangan komunitas pesepeda.

Mereka yang bersepeda dari Jakarta mencapai warung ini biasanya tepat pada tengah hari, atau saatnya makan siang.

Maka pas jika warung ini menjadi semacam oase di tengah kesejukan kebun teh.

Istirahat sambil mendinginkan badan yang panas di tanjakan, sekalian makan siang.

Di tempat ini lalu kami berpisah. Pikki, Didi, dan Ovi kembali ke Jakarta lewat jalur berangkat.

Belakangan kami tahu kelompok kecil ini sempat mengalami kendala ban bocor sampai dua kali.

Ban sepeda Didi dua-duanya bocor, dan giliran ban belakangnya Pikki bocor juga. Tapi semua dapat teratasi.

Adapun Yani, Jamal, Fadrian, Vary, dan saya melanjutkan perjalanan ke arah Cipeuteuy, Kabandungan, dan seterusnya sesuai rencana. Kami melalui jalur yang membelah kebun teh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved