New Normal

Orang yang Sering Bepergian Sebaiknya Rutin Melakukan Tes PCR

Menurut Prof Dr Ida Parwati dr SpPK(K) Phd, orang-orang yang sering bepergian sebaiknya rutin melakukan tes PCR, dua kali sebulan.

Warta Kota/Angga Baghya N
Pemeriksaan PCR di Kecamatan Matraman pada 28 Juli 2020. 

Pemeriksaan PCR ini membutuhkan sampel yang diambil dengan cara diusap (swab). Makanya pemeriksaan PCR ini lebih dikenal dengan nama swab test.

Akurasi

Para dokter dan ahli kesehatan menyatakan bahwa pemeriksaan PCR memberikan hasil yang lebih akurat, dibandingkan rapid test. Mau tahu penyebabnya?

Menurut Prof Ida, sampel tes usap diambil di saluran nafas (hidung dan tenggorokan), di mana virus corona 2 itu menempel di sana.

Namun tak kalah penting juga adalah waktu perjalanan penyakit. Sehingga itulah gunanya melakukan tes berulang kali untuk memastikan hasilnya.

“Pada waktu awal terkena infeksi, saat dilakukan rapid tes hasilnya negatif. Tetapi ketika dilakukan PCR hasilnya positif, karena virus itu sudah ada di saluran pernapasan. Dalam perjalanan waktu, tubuh berhasil membuat virus itu mati sehingga antibodi (darah) masih memunculkan hasil positif, tapi dites PCR sudah negatif,” ujar Prof Ida saat live IG di radio kesehatan, Jumat (4/9/2020).

Dia menjelaskan, rapid test atau pemeriksaan antibodi dilakukan sebagai skrining.

Bila hasilnya reaktif, yang artinya sistem imun obyek tes sedang menghadapi makhluk asing, akan dilanjutkan tes PCR untuk memastikan kehadiran virus.

Orang yang sering bepergian

"Untuk kasus tertentu dan orang dengan risiko tinggi, seperti melakukan perjalanandi zona merah, atau pekerjaannya berisiko tinggi terkena Covid, seperti petugas laboratorium dan RS, walaupun hasil rapid tesnya negatif tetap harus melakuan PCR test untuk memastikan apakah virus corona masih ada di tubuh," kata Prof Ida.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved