New Normal

Orang yang Sering Bepergian Sebaiknya Rutin Melakukan Tes PCR

Menurut Prof Dr Ida Parwati dr SpPK(K) Phd, orang-orang yang sering bepergian sebaiknya rutin melakukan tes PCR, dua kali sebulan.

Warta Kota/Angga Baghya N
Pemeriksaan PCR di Kecamatan Matraman pada 28 Juli 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu syarat bepergian ke luar kota, baik menggunakan pesawat terbang atau kereta api, adalah menunjukkan hasil pemeriksaan Covid-19, dengan hasil non-reaktif atau negatif.

Sesuai Surat Edaran Kementeriak Kesehatan Republik Indonesia, Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020, surat keterangan bebas Covid-19 yang diterima adalah hasil pemeriksaan rapid test atau polymerase chain reaction (PCR).

Masa berlaku surat hasil pemeriksaan itu tidak lebih dari 14 dari tanggal pemeriksaan.

Nah, karena itulah kata rapid test dan swab test, kadang tes usap, menjadi familiar di masyarakat, di masa pandemi Covid-19 ini.

Tes PCR diawali dengan mengambil sampel, dengan cara mengusap dinding hidung dan dinding tenggorokan dengan alat.
Tes PCR diawali dengan mengambil sampel, dengan cara mengusap dinding hidung dan dinding tenggorokan dengan alat. (Warta Kota/Angga Baghya N)

Dua tes itu digunakan untuk memeriksa kehadiran virus dan kuman dalam tubuh seseorang.

Namun, terjadi pula salah kaprah sehingga banyak orang menyangka dua tes ini mendeteksi kehadiran virus corona 2, si penyebab Covid-19.

Skrining

Sesuai namanya, rapid test adalah bentuk pemeriksaan secara cepat untuk mengetahui situasi antibodi.

Menurut Prof Dr Ida Parwati dr SpPK(K) Phd, dokter spesialis patologi klinik dari RSUP Hasan Sadikin Bandung, di Indonesia rapid test dilakukan sebagai skrining untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Bila hasilnya reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction, atau PCR.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved