New Normal

Tanpa Pemeriksaan SIKM di Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

Tak ada lagi pemeriksaan Surat Izin Kleuar Masuk (SIKM) di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
PT Angkasa Pura II jalankan strategi penyesuaian pola operasional di seluruh bandara mulai 1 April 2020. Begitu suasana Badara Soeharno Hatta pada Jumat (3/4). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Masyarakat yang akan bepergian melewati Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta), tak perlu lagi menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM)

Pasalnya, sebagaimana diinformasikan PT Angkasa Pura II, saat ini sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM.

Antrean verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat.
Antrean verivikasi persyaratan berupa surat keterangan sehat dna bebas Covid-19, surat tugas, rencana perjalanan di kota tujuan, dna tiket pesawat. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Hal ini menyusul keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang  tidak lagi memberlakukan lagi SIKM bagi masyarakat yang ingin keluar atau masuk wilayah Ibu Kota.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI meminta masyarakat melakukan pemeriksaan tingkat risiko dirinya dengan Corona Likelihood Metric (CLM). 

Borang kesehatan

Director of Operation & Service PT Angkasa Pura II Muhamad Wasid mengatakan, saat ini pemeriksaan yang dilakukan terhadap penumpang yang mendarat di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma hanya Health Alert Card (HAC) dan electronic Health Alert Card (e-HAC), serta mengukur suhu tubuh menggunakan thermal scanner.

“Sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM, namun tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba,” ujar Muhamad Wasid dalam keterangan pers kepada Warta Kota, Senin (20/7/2020).

HAC atau e-HAC adalah borang yang harus diisi oleh penumpangr sebelum melakukan perjalaan, atau saat memproses keberangkatan di bandara asal. Kemudian pemeriksaan HAC di bandara kedatangan.

Saat memproses keberangkatan, penumpang juga menjalani protokol pemeriksaan identitas diri dan pemeriksaan surat hasil rapid test atau PCR test.

Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 09/2020, surat keterangan uji tes PCR dan rapid test kini berlaku paling lama 14 hari dari tanggal keberangkatan.

2 jam sebelum

Secara umum, proses keberangkatan kini lebih sederhana karena dokumen yang disyaratkan hanya identitas diri serta surat hasil rapid test atau PCR test.

Ini berbeda dari sebelumnya, yang mensyaratkan juga surat keterangan perjalanan dan sebagainya.

Menyusul hal tersebut, proses pengecekan dokumen di bandara menjadi lebih cepat. Karena itu calon penumpang boleh tiba di bandara 2 jam sebelum waktu keberangkatan pesawatnya.

“Dihapusnya SIKM, pengecekan dokumen menjadi lebih sederhana, dan masa berlaku yang lebih panjang untuk rapid test dan PCR test bisa membuat traveler lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan. Di sisi lain, protokol yang mengedepankan aspek kesehatan tetap dilakukan secara ketat oleh stakeholder di bandara,” ucapnya.

Muhamad Wasid mengatakan PT Angkasa Pura II dan para pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk menciptakan bandara yang aman, sehat, dan higienis untuk mencegah penyebaran COVID-19. (*/Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved