GeNose C19

Kemenparekraf Akan Terapkan Skrining Pengunjung Tempat Wisata Menggunakan GeNose C19

Kemenparekraf akan gunakan GeNose C19 secara masif di tempat wisata, untuk skrining pengunjung.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Joko Supriyanto
GeNose C19 akan digunakan di obyek wisata sebagai alat skrining pengunjung. Keterangan foto: Tes Covid-19 metode GeNose C19 hadir di Terminal Terpadu Pulogebang dari tanggal 7 sampai 12 Februari 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Setelah sukses digunakan di stasiun kereta api dan terminal bus, kini GeNose C19 juga akan digunakan di sektor lain industri wisata, seperti obyek wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya.

Sebagaimana diutarakan Bambang PS Brodjonegoro, Menristek dan Kepala BRIN, GeNose C19 akan menjadi alat yang efektif untuk memulihkan industri pariwisata, yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dampak ikutannya adalah pemulihan perekonomian nasional.

“Betapa powerfull-nya GeNose ini untuk memulihkan sektor pariwisata dan memulihkan mobilitas. Tidak hanya berbicara pariwisata, namun intinya mobilitas masyarakat. Idealnya GeNose ditempatkan di tempat wisata dan pabrik, belum lagi Gedung perkantoran dan tempat umum seperti pasar, mall," kata Bambang dalam acara Hybrid Launching Genose C19 ‘Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia’ di Hotel Raffles Jakarta, Jumat (19/2).

Skrining di obyek wisata

GeNose C19 akan menjadi alat skrining bagi pengunjung tempat wisata, untuk meningkatkan efektivitas protokol kesehatan. Hal ini diutarakan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo.

Katanya, Kemenparekraf akan berupaya menerapkan metode skrining  di sektor pariwisata secara masif, di berbagai destinasi dan fasilitas penunjang pariwisata di Indonesia.

“Penandatanganan Nota Dukungan pada hari ini menunjukan langkah awal komitmen seluruh stakeholder pariwisata, untuk mewujudkan hal tersebut. Semoga adanya GeNose C19 dapat membantu mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata di masa pandemi, serta meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” kata Angela Tanoesoedibjo yang hadir secara daring.

Sementara itu Chairman of Indonesia Tourism Forum (ITF), Sapta Nirwandar menyambut baik adanya GeNose C19, dan memastikan insan pariwisata siap mendukung serta mempromosikan produk inovasi Indonesia.

“Nantinya akan ditandatangani nota dukungan secara nyata dan konkret. Kita bangga produk Indonesia, kita gunakan, kita juga harap mampu menjadi produk yang diekspor. Kita sukseskan ini menjadi inovasi Indonesia,” ujar Sapta Nirwandar.

Tetap perhatikan aspek penting

Dalam acara itu hadir pula Kepala Pustlitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Vivi Setiawaty, yang juga hadir secara daring, mewakili Wakil Menteri Kesehatan.

Sebagai perwakilan otoritas kesehatan, dia menekankan pemanfaatan GeNose C19 di sektor pariwisata harus tetap memperhatikan keamanan.

Aspek penting yang wajib diprioritaskan adalah standar higienitas bagi masyarakat, petugas pemeriksa, dan lingkungan.

“Penggunaan GeNose C19 di lapangan tentu harus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan 3M. Kami berharap, dengan penegakan standar kewaspadaan dan disiplin dari penyelenggara pariwisata dalam skrining wisatawan, akan memberi nilai dan daya ungkit untuk bangkitnya industri pariwisata di Indonesia. Wisatawan yang datang terjamin kesehatannya, dan kembalinya pun sehat,” kata Vivi Setiawaty.

Diekspor

Kementerian Perdagangan, yang pada acara itu diwakili oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menjelaskan hal penting selain kegunaan GeNose C19 dalam skrining Covid-19 adalah mendukung sikap Bangga Buatan Indonesia (BBI).

“Hal ini menunjukan bahwa kita juga bisa memakai produk sendiri. Kami lihat juga bisa dipakai di luar negeri, dan saya pikir ini potensi ekspor. Kami di Kementerian Perdagangan mendukung. Kebetulan kami ada Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, di mana produk-produk itu kita identifikasi, dilihat mana yang bisa dan mempunyai demand yang cukup tinggi,” kata Jerry Sambuaga.

Pada acara ini juga dilaksanakan penandatanganan nota dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia kepada Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perdagangan, untuk kesediaan mempromosikan dan memanfaatkan GeNose C19 untuk Kepariwisataan Indonesia. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved